Begini sobat, sadar atawa engga seringkali kita mengasosiasikan seseorang dari namanya duluan. Ambil contoh ketika kita baca nama Budi Priyambodo di Koran, tanpa ngeliat orangnya pun kita langsung tahu kalo si empunya nama itu pria. Atau nama Sri Pujihastuti, pastilah pikiran kita berasosiasi orang ini berjenis kelamin perempuan. Lain halnya dengan nama Anis. Ada Pak Anis Matta, Pak Anis Bawesdan, tapi juga ada mba Anis tetangga saya, atau Bu Anis –sa Bahar (hehe maksa bangets).
Nah, soal nama ini saya punya cerita, sobat.
Introducing dulu. Ehem, Perkenalkan nama saya Rosi Atmaja, saya perempuan.
Sebelum ini banyak yang salah mengira saya laki-laki, mungkin gara-gara nama saya yang mendua makna. Kasian banget yah. Jadi curhat, rasanya aneh banget ketika ada sahabat blogger yang meninggalkan jejaknya di sini dan memanggil saya “mas Rosi”. Ngga itu aja, bahkan ada yang memasang alamat blog saya di blogroll dengan sebutan “Mas” di depannya. Catat, M A S dengan huruf besar-besar ... patrick mode ON dah. Suer, it’s really ..really weird for me. To aviorclef thanks berat coz uda ngerubah nama saya di blognya ;-p . Nah, dari hasil analisa amatiran saya ada beberapa poin kemungkinan itu terjadi :
Pertama, sahabat blogger tersebut belum sempat membaca profile saya yang bertuliskan gender : perempuan (probablilitas ini terjadi 60%)
Dua, saya emang sengaja tidak meng-upload foto di profile, alasan ini peluangnya saya perkirakan 20%.
Ketiga, mungkin karena rumah blog saya yang jauh dari kesan girly. Secara… karena aslinya rada tomboy hehe (peluang 10%)
Alasan keempat adalah Valentino Rossi. Loh bawa-bawa nama om Vale ? yup, karena sosok Vale yang uda kesohor duluan. Kadang orang mengasosiasikan nama Rossi pastilah satu gender sama doctor motogp itu. Yah, generalisasi yang ngga bisa disalahin sih sebenarnya. (kemungkinannya 10% )
Sekedar tulisan curahan hati aja, sobat. Lagian orang tua tercinta udah kadung tirakat 7 hari tujuh malam buat sekedar menghadiahkan nama “tomboy” ini buat anak gadis mereka (hehe lebay...). Poinnya, don’t judge a box by it’s cover … gimana setuju atuh ?











