Honesty (Billy Joel, 1983)
If you search for tenderness
it isn't hard to find.
You can have the love you need to live.
But if you look for truthfulness
You might just as well be blind.
It always seems to be so hard to give.
Honesty is such a lonely word.
Everyone is so untrue.
Honesty is hardly ever heard.
And mostly what I need from you.
I can always find someone
to say they sympathize.
If I wear my heart out on my sleeve.
But I don't want some pretty face
to tell me pretty lies.
All I want is someone to believe.
Honesty is such a lonely word.
Everyone is so untrue.
Honesty is hardly ever heard.
And mostly what I need from you.
I can find a lover.
I can find a friend.
I can have security until the bitter end.
Anyone can comfort me
with promises again.
I know, I know.
When I'm deep inside of me
don't be too concerned.
I won't as for nothin' while I'm gone.
But when I want sincerity
tell me where else can I turn.
Because you're the one I depend upon.
Honesty is such a lonely word.
Everyone is so untrue.
Honesty is hardly ever heard.
And mostly what I need from you.
Ketika Billy Joel menyanyikan lagu ini tahun 1983 silam, saya memang belum terlahir ke dunia. Namun mendengar suara Beyonce yang membawakan kembali “Honesty” di tahun 2009 ini, membawa saya ke dalam satu ruang perenungan. Betapa kejujuran teramat jarang ditemukan.
Kekayaan, kemewahan, pangkat, jabatan, sanjungan mungkin tidak sulit untuk dicari, kawan. Tapi ketika kita mencoba menemukan kebenaran, ketulusan, kejujuran,… yang tersisa hanyalah sesuatu yang fatamorgana.
Kita bisa saja membayar seseorang untuk mengatakan apa-apa yang ingin kita dengar. Kita bisa juga memiliki kawan yang selalu memberi kita kenyamanan dengan kata-kata manisnya. Tapi apakah kita sanggup berdiri di atas kebohongan itu ?
Apa benar nurani kita mampu tersenyum di balik topeng kedustaan ?
Membohongi orang lain dengan beribu satu alasan pembenaran bisa saja kita lakukan, tetapi membohongi hati kita sendiri, bisakah itu ?
Belakangan ketika tikar ramai digelar, layar dikembangkan, proyektor dinyalakan, lalu kita dipertontonkan tayangan para petinggi Negara yang saling beradu bukti untuk menunjukkan “ketidakjujuran”. Kita mendapatkan pelajaran berharga, bahwa kebenaran tak jarang harus dibayar dengan harga mahal, dengan mempertaruhkan kehormatan bahkan nyawa. Maka saya menyesalkan ketika ada kawan yang menganggap perjuangan menegakkan kebenaran itu dianggap sebagai hal yang “nggedabrus”.
Tidak kawan, jangan pernah bersikap skeptis begitu, karena kebenaran pasti terungkap pada waktunya. Meski butuh puluhan hingga ratusan purnama. “Tuhan Maha Tau, tetapi Dia Menunggu”, demikian ungkapan Leo Tolstoy.
Kejujuran adalah kata yang asing,
Setiap orang bisa saja berdusta dengan seribu satu alasan pembenaran
Kejujuran, begitu sulit untuk didengar
Tetapi , … itulah yang kubutuhkan darimu.
If you search for tenderness
it isn't hard to find.
You can have the love you need to live.
But if you look for truthfulness
You might just as well be blind.
It always seems to be so hard to give.
Honesty is such a lonely word.
Everyone is so untrue.
Honesty is hardly ever heard.
And mostly what I need from you.
I can always find someone
to say they sympathize.
If I wear my heart out on my sleeve.
But I don't want some pretty face
to tell me pretty lies.
All I want is someone to believe.
Honesty is such a lonely word.
Everyone is so untrue.
Honesty is hardly ever heard.
And mostly what I need from you.
I can find a lover.
I can find a friend.
I can have security until the bitter end.
Anyone can comfort me
with promises again.
I know, I know.
When I'm deep inside of me
don't be too concerned.
I won't as for nothin' while I'm gone.
But when I want sincerity
tell me where else can I turn.
Because you're the one I depend upon.
Honesty is such a lonely word.
Everyone is so untrue.
Honesty is hardly ever heard.
And mostly what I need from you.
Ketika Billy Joel menyanyikan lagu ini tahun 1983 silam, saya memang belum terlahir ke dunia. Namun mendengar suara Beyonce yang membawakan kembali “Honesty” di tahun 2009 ini, membawa saya ke dalam satu ruang perenungan. Betapa kejujuran teramat jarang ditemukan.
Kekayaan, kemewahan, pangkat, jabatan, sanjungan mungkin tidak sulit untuk dicari, kawan. Tapi ketika kita mencoba menemukan kebenaran, ketulusan, kejujuran,… yang tersisa hanyalah sesuatu yang fatamorgana.
Kita bisa saja membayar seseorang untuk mengatakan apa-apa yang ingin kita dengar. Kita bisa juga memiliki kawan yang selalu memberi kita kenyamanan dengan kata-kata manisnya. Tapi apakah kita sanggup berdiri di atas kebohongan itu ?
Apa benar nurani kita mampu tersenyum di balik topeng kedustaan ?
Membohongi orang lain dengan beribu satu alasan pembenaran bisa saja kita lakukan, tetapi membohongi hati kita sendiri, bisakah itu ?
Belakangan ketika tikar ramai digelar, layar dikembangkan, proyektor dinyalakan, lalu kita dipertontonkan tayangan para petinggi Negara yang saling beradu bukti untuk menunjukkan “ketidakjujuran”. Kita mendapatkan pelajaran berharga, bahwa kebenaran tak jarang harus dibayar dengan harga mahal, dengan mempertaruhkan kehormatan bahkan nyawa. Maka saya menyesalkan ketika ada kawan yang menganggap perjuangan menegakkan kebenaran itu dianggap sebagai hal yang “nggedabrus”.
Tidak kawan, jangan pernah bersikap skeptis begitu, karena kebenaran pasti terungkap pada waktunya. Meski butuh puluhan hingga ratusan purnama. “Tuhan Maha Tau, tetapi Dia Menunggu”, demikian ungkapan Leo Tolstoy.
Kejujuran adalah kata yang asing,
Setiap orang bisa saja berdusta dengan seribu satu alasan pembenaran
Kejujuran, begitu sulit untuk didengar
Tetapi , … itulah yang kubutuhkan darimu.










