Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

26/10/08

DUNIA GREENSAVANA

Mungkin diantara kamu ada yang bertanya-tanya, sebenarnya apa sih dunia greensavana itu ?
Dunia Greensavana atau aku biasa menyebutnya dengan dunia savana hijau adalah tempat pelarianku dari dunia yang bising, tempat yang begitu tenang dan nyaman dimana rerumputan hijau basah masih terhampar, bahkan sinar matahari siang pun seperti tak tega menguapkan dinginnya embun.
Pohon-pohon maple dan arbei berjajar- jajar di pinggir jalanan kecil yang tenang, pohonnya besar- besar menjulang tinggi dengan ujung-ujung daun yang berwarna merah keemasan, tempat berteduh yang menyejukkan, tidak ada kemacetan, tidak ada mobil-mobil penghasil gas emisi CO2 berbahaya, hanya ada beberapa orang melintas dengan sepeda besar dari logam tua yang bersahabat dengan udara.

Disana rumah-rumah dari batu kali berwarna abu-abu dan putih berdiri di sepanjang jalan dengan background perbukitan landai nan hijau, sehijau Lorie valley yang dipenuhi kebun anggur. Tiap halaman rumah dipenuhi bunga-bunga gladiol ungu, dandelion
dan daffodil yang berdesakan dengan mawar- mawar putih yang mekar sepanjang tahun karena hanya ada musim semi disana.
Lalu ada sebuah air mancur yang dibangun di taman ujung jalan yang dipenuhi bunga-bunga tulip berwarna merah, kuning, dan putih. Bangku-bangku kecil diletakkan bagi mereka yang ingin berteduh dan menikmati serenada kupu-kupu.
Kalau mau bersepeda menuruni jalanan kota yang landai, melewati pertokoan yang lebih mirip sederetan bangunan tua dengan arsiterkur gaya Belanda dimana ada hiasan kincir angin di atasnya, tidak jauh dari sana ada danau kecil di tepi jalan. Tapi aku harus turun dari sepeda, karena jalan setapak menuju danau masih dipenuhi kerikil dan batu-batu kecil yang jika tidak berhati-hati aku bisa terpeleset dan terjatuh dari sepeda. Tapi tak mengapa, justru dengan berjalan kaki sambil menuntun sepeda aku bisa lebih leluasa menghirup segarnya aroma pepohonan pinus yang tumbuh membentuk hutan kecil di sekeliling jalan, mengingatkan akan jalanan setapak di danau Sligo di Irlandia. Bunyi daun-daun kering yang terinjak oleh kaki dan suara burung-burung yang berkicau rasanya turut melengkapi perjalanan ini.
Lalu tibalah di tepi danau kecil itu, sebuah danau di dunia greensavana. Di pinggirnya ada sebuah titian dari balok-balok kayu selebar 3 meter yang menjorok beberapa langkah ke tengah danau, tempat yang tepat untuk bisa duduk menikmati riak air dari dekat, bercengkrama dengan angsa-angsa putih yang dibiarkan hidup dengan bebas. Dari situ aku bisa melihat sekeliling danau dengan leluasa, mencium wangi bunga-bunga liar di pinggiran danau yang menari-nari bersama angin kemudian menebarkan benangsarinya ke segala arah.

Itulah tempat rahasiaku. Dunia greensavana, sebuah tempat yang bersemayam di alam imajinasiku. Tempat yang begitu damai dan tenang, senyaman Edensor. Sebuah desa di Derbyshire yang dikisahkan oleh Harriot dalam Seandainya Mereka Bisa Bicara yang bahkan mampu membuat tokoh Ikal dalam Laskar Pelangi melupakan patah hatinya hanya dengan membayangkan keindahannya.
Mungkin kamu punya tempat imajinasi yang sama juga ???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.