Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

03/11/08

MIND MAPPING, SENI MENCATAT KREATIF & MENYENANGKAN



Bayangkan kita seorang pelajar/mahasiswa : selama 3 jam kita duduk di kelas mendengarkan perkuliahan dari guru/dosen tentang suatu materi. Selama itu pula kita terus membuat catatan-catatan dan berusaha menulis poin-poin penting yang diajarkan oleh guru/dosen. kemudian setelah perkuliahan berakhir, yang ada di hadapan kita adalah setumpuk kertas penuh coretan yang kadang justru membikin kita bingung sendiri memahami isinya. Jujur, pernah ngga sih ngalamin hal seperti itu ?
Selain ngga efektif and ngga efisien, kebayang ngga cara kayak di atas hanya bakal membuat gundukan sampah di muka bumi kita makin bertambah ?...kalo volume sampah berambah, maka tempat-tempat bersih di bumi makin berkurang. Jadilah kita hidup dikelilingi berton-ton sampah, nggak enak banget kan..? idih masa sampe segitunya ? Ya iyalah, c’mmon gals, sapa lagi yang bakal ngejaga bumi ini kalo bukan kita sendiri para penghuninya … Save our planet, key!!! Eittts, koq jadi keterusan ngomongin sampah sih. Kali ni kita ngga akan bahas soal global warming yang lagi hot-hotnya koq, this time kita bakal mengkaji gimana caranya mengorganisasi informasi yang uda kita dapet secara efektif dan efisien plus ngga boros kertas.
Alasan utama seseorang untuk mencatat adalah untuk mengingat informasi. Karena tak jarang manusia seringkali lupa dengan hal-hal yang biasanya tidak memiliki kaitan emosianal dengan dirinya. Taruhan, kamu pasti bakal lebih inget sama peristiwa dihukum guru gara-gara ngga ngerjain pe-er matematika pas SD dulu ketimbang sama materi biologi yang baru diajarkan guru kemaren…hayo ngaku !! ;-p
Peristiwa dihukum sama guru gara-gara ngga ngerjain pe-er matematika lebih kita ingat meskipun uda bertahun-tahun lalu karena kejadian itu memiliki ikatan emosional dengan diri kita. Rasa malu, pengin nangis, marah…perasaan emosional itulah yang bikin kita ngga bakal lupa sama tuh peristiwa. Juga ketika kamu ditembak sama seorang cowok…duhhh, pake bunga lagi…he…he…tuh kan ketawa sendiri kalo lagi ngingetnya…tanggal, jam, suasananya, kata-kata maniez yang doi bilang…perasaan flying so high yang ngga bakal kamu lupain the whole of your life…ceileee… Nah, tau kan kenapa peristiwa itu juga slalu kamu ingat ? That’s because momen itu melibatkan ngga hanya mata n pendengaran tapi juga seluruh emosi dan perasaan kamu.
Trus gimana caranya supaya sgala informasi penting yang kita dapat such as materi pelajaran buat kamu yang masih sekolah, atawa materi-materi hasil meeting di kantor bisa ‘nyanthol’ sekuat ingatan akan peristiwa-peristiwa yang berkesan di atas? Jawabnya ya make it emotional, gals ! And then how ?
Nah, kamu pasti uda pernah dengar dong strategi Quantum Learning yang dipopulerkan oleh Bobbi De Porter atau barangkali malah baru dengar kali ini? Well, salah satu yang dikembangkan Mrs. Porter dalam Quantum Learningnya adalah metode mencatat inovatif bernama “MIND MAPPING”.
Actually, awalnya mind mapping sudah pernah dikenalkan oleh Tony Buzan sekitar tahun 70-an. Mind mapping (peta pikiran) bekerja sebagaimana cara otak kita bekerja. Sebelumnya, para ahli menyangka bahwa otak memproses dan menyimpan informasi secara linear, yaitu dalam format yang teratur dan rapi seperti sebuah daftar. Kini, didapatkan fakta bahwa otak mengambil informasi campuran antara gambar, bunyi, aroma, pikiran, dan perasaan, kemudian memisahkannya dalam bentuk linear. Otak akan lebih mengingat infomasi yang mengandung unsur emosional atau bentuk-bentuk visual seperti warna, simbol, bunyi, dan perasaan. (Damasio, 1994 dalam De Porter 2001).
Mind mapping bekerja dengan menggunakan pengingat-pengingat visual dan sensorik dalam suatu pola yang mengandung ide-ide yang saling berkaitan. Cara ini akan mudah membangkitkan ingatan karena memasukkan unsur visual dan emosional. Selain itu strategi ini menyenangkan sekaligus dapat melatih kreativitas, ini bisa melatih keseimbangan otak lho. Karena mind mapping mengaktifkan kedua belahan otak kita, makanya disebut juga dengan istilah “pendekatan keseluruhan otak” (De Porter, 2001). Cara ini juga lebih mudah dibandingkan metode mencatat tradisional model outline kuno yang membosankan dan menghabiskan banyak kertas. Next, how to do it ?
Sekarang, bayangkan kamu sedang berada di dalam kelas. Di depan, guru sejarah sedang menerangkan bab tentang Pangeran Diponegoro. siapkan selembar kertas yang cukup lebar. Tulis judul di tengah-tengah halaman : PANGERAN DIPONEGORO. Tulis dengan bolpoint warna, dengan font yang cukup besar. Kemudian dari judul tadi tariklah beberapa garis cabang yang agak tebal, misal isinya Biografi, Kehidupan Politik, Peperangan yang dijalani. Tulis dengan warna yang berbeda yach ! Nah, dari masing-masing cabang tadi, sebagai contoh pada cabang Biografi, kamu bikin garis cabang lagi tapi lebih tipis, lalu tuliskan tanggal lahir Diponegoro, tempat tinggalnya, kapan beliau wafat, siapa nama kedua orangtua beliau, etc. Attention : beri simbol-simbol yang bersifat personal dan tentu saja yang bisa membangkitkan imajinasi and daya ingat kamu pas kamu melihatnya. Misal untuk poin tanggal lahir kamu bisa buat gambar kue ulang tahun di sampingnya. Untuk tempat tinggal, kamu bisa buat gambar rumah yang unik. Untuk poin peperangan-peperangan yang dijalani, kamu bisa buat gambar pistol kecil. Dan lain-lain deh…pokoknya kembangkan kreativitasmu sendiri, gals ??!!
Buat kamu-kamu yang pengin nyoba metode mind mapping, berikut ada beberapa steps yang bisa kamu jadikan panduan
  1. Tulis gagasan utama di tengah-tengah kertas dan lingkupi dengan lingkaran, persegi atau bentuk lainnya.
  2. Buat cabang-cabang untuk setiap poin yang berasal dari gagasan utama Jumlah cabang bervariasi tergantung dari jumlah sub gagasan dan format penulisan dibuat secara horizontal.
  3. Tuliskan kata kunci atau frase pada tiap cabang yang dikembangkan untuk detail. Kata kunci adalah kata-kata yang menyampaikan inti sebuah gagasan yang dapat memicu ingatan.
  4. Tambahkan ilustrasi atau simbol simbol sebagai pemicu ingatan.
  5. Be creative ! (De Porter & Hernacki, 2001 :156)
Nah, sobat, tertarik bikin catatan ala Quantum Learning ? Coba aja ! ngga susah koq, asyik malah. Selain buat acara catat mencatat jadi ngga boring, metode mind mapping bikin kita jadi makin kreatif and imajinatif. Pastinya, belajar jadi tambah menyenangkan, isn’t right??!!!

3 komentar:

  1. Wah bener2 guru yang baik ini ya, hehe

    Thanks atas share nya jeng, moga dengan berbagi ilmu yang berguna gini akan menjadi tiket dan investasi buat masa depanmu. Hehehe.

    BalasHapus
  2. kayaknya asyik bwt dcoba, coz puzzzing bgts kalo dsuruh hafalin materi pelajaran. thankz bwt infonya ...

    BalasHapus
  3. Saya sudah mencoba metode ini saat studi di Eropa yang menuntut pemahaman jelas yang beda dengan sistem hapalan di Indonesia. Karena pengantar dalam Bahasa Inggris dan bahan bacaan yang seabrek2x, satu2xnya jalan untuk survive kuliah dan menyerap ilmu ya dengan metode mind-mapping ini.

    Kalo terbiasa, mind-mapping saat bermanfaat, juga untuk hal2x yang sifatnya personal seperti rencana masa depan. Coba deh :)

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.