Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

12/01/09

Palestina : Ladang Jihad Abadi

Lebih dari 800 orang terbunuh dalam 2 pekan terakhir sejak Israel melancarkan agresi ke Gaza 27 Desember lalu. Mata dunia melihat aksi pertunjukan kejahatan kemanusiaan yang dipertontonkan militer Israel. Membombardir rumah-rumah penduduk dari atas dengan F16, menghancurkan masjid, universitas, bahkan rumah sakit yang dipenuhi anak-anak. Tidak cukup, pasukan Israel bahkan sudah terang-terangan melakukan kontak senjata lewat darat. Mereka benar-benar bertekad ingin menghancurkan Hamas. Ya Hamas, yang notabene dilihat dari sudut elevasi manapun kalah dalam hal kekuatan persenjataan. Sebuah pertujukan arogansi kekuatan senjata yang penuh kepongahan- atau lebih tepatnya sebuah reaksi ketakutan berlebihan yang akut dan kronis. Palestina adalah ladang jihad abadi. Demikian pernyataan yang pernah terlontar terkait konflik Timur Tengah yang puluhan tahun lamanya tak kunjung usai. Palestina, sebuah bangsa yang mencoba bertahan ditengah gempuran tank-tank Israel yang menginginkan tanah mereka. “Tanah yang Dijanjikan” –demikian kaum Zionis menyebutnya. Apalagi ada AS yang selalu mendukung zionis Israel seperti anjing tunduk pada majikan.
Puluhan tahun hidup dalam ketakutan, tiap hari melihat darah menetes, desingan peluru dan bom mungkin juga sudah menjadi menu wajib setiap hari bagi rakyat Palestine. Ya, mereka masih bertahan dan masih akan terus bertahan –sampai tetes darah bayi terakhir bangsa Palestina. Meskipun saat ini wilayah yang tersisa tinggal Tepi Barat yang dikuasai Fatah, dan Gaza yang dipimpin oleh Hamas. Dan yang jadi paradoks di sini, antara Fatah dan Hamas sendiri juga terjadi perang saudara. Entah sampai kapan konflik ini akan berlanjut. Apa sampai Israel benar-benar bisa menghabisi nyawa anak-anak Hamas ? –silahkan saja bermimpi- . Tapi menurut teori para pengamat politik, kebuasan Israel ini semata-mata adalah agenda politik pihak tertentu untuk menaikkan pamor demi memenangkan Pemilu 2009. Zionis, materialis, hedonis, sadis dan tidak manusiawi –oh, maaf saya lupa mereka memang bukan manusia. Tiga jam saja waktu yang diberikan Israel bagi para relawan memobilisasi bantuan ke Gaza. Secara Matematis, waktu itu tidak akan cukup untuk bisa menyalurkan seluruh bantuan bagi rakyat Gaza. Kelaparan, Ketakutan, tidak ada air, tidak ada listrik, ketidakpastian apakah besok masih bisa membuka mata, jika selamat dari peluru Israel apakah masih bisa bertahan untuk tetap waras ketika seluruh anggota keluarga tewas menjadi korban. Palestina, tanah para nabi, tanah bermuaranya agama-agama di bumi, mungkin akan senantiasa menjadi ladang jihad abadi.

2 komentar:

  1. mari berdo'a anak-anak hafidz quran di Palestina tidak menjadi korban israel,...

    BalasHapus
  2. amin, mudah-mudahan Allah melindungi.

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.