Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

05/02/09

Mencintai Trigonometri


Saya masih ingat betul bagaimana saya begitu membenci materi pelajaran yang satu ini di kelas 2 SMA dulu. Trigonometri yang dipenuhi pengembangan rumus-rumus, dalil pembuktian, dan aplikasinya dalam teorema limit maupun kalkulus integral benar-benar bikin kepala saya rasanya berpindah dari tempat yang semestinya. Di mata kuliah trigonometri semester 1 pun saya belum juga menemukan intisari trigonometri, dan dengan lapang dada saya menerima predikat nilai c yang dihadiahkan dosen saya tercinta.
Kemudian ujian sebenarnya itupun dimulai. Saya harus membimbing siswa kelas 2 SMA yang kebetulan menanyakan tugas sekolah tentang trigonometri. Satu jam saya tidak berkutik. Bisa membayangkan apa yang saya rasakan saat itu ? Rasanya ada mercon 46, 7 kg yang meletus di kaki saya yang bisa bikin tubuh saya terlempar jutaan tahun cahaya dari bumi…..weks!!!
Yang jadi keprihatinan disini siswa yang saya ajar tadi notabene adalah adik kelas saya satu almamater, guru matematika yang mengajarnya secara kebetulan yang aneh adalah guru saya juga, dan soal trigonometri yang dibawanya adalah soal yang sama pernah diberikan kepada saya waktu sekolah dulu, dan saya masih belum juga mampu menaklukkan soal itu hingga jelang beberapa tahun berikutnya. Memalukan memang … hiks!!!
Sejak detik itu ekspedisi saya menjelajahi dunia trigonometri dimulai. Menyelami ilmu yang dikembangkan oleh Hiparcus dari Alexandria 2200 tahun lalu ini ternyata begitu mempesona. Ternyata ribuan tahun lalu bangsa Yunani telah mengenal aplikasi perhitungan trigonometri untuk menghitung panjang lintasan orbit yang dilewati bintang-bintang. Lalu kemudian ilmu yang menawan ini terus berkembang secara luar biasa. Adalah Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail al-Buzjani (940 M), seorang ilmuwan Muslim yang meletakkan dasar-dasar teori relatif segitiga parabola dan mengembangkan hubungan sinus dan formula 2 sin2 (a/2) = 1 - cos a dan juga sin a = 2 sin (a/2) cos (a/2) yang akhirnya menghasilkan berbagai penjabaran sudut ganda, penjumlahan dan pengurangan dua sudut dalam perbandingan sisi-sisi segitiga, aturan perkalian sinus kosinus dan tangen. Intisari lain dalam trigonometri adalah konsep kuadran yang secara misterius membagi lingkaran 360 derajat ke dalam empat daerah dengan sudut siku-siku  yang kongruen tetapi memiliki nilai positif negatif perbandingan segitiga yang berbeda.
Kalo saya boleh sedikit membagi sedikit kunci menguasai Trigonometri SMA buat adik-adik di sekolah, yaitu dengan memahami konsep kuadran dengan menggunakan diagram. Memahami dimana letak negatif/positif sinus, cosinus, dan juga tangen dalam kuadran tersebut. Lalu menguasai rumus sudut ganda untuk sin dan cos karena kedua jenis rumus ini bakal sering dipake untuk penyelesaian limit trigonometri. Selain itu beberapa rumus penjumlahan/pengurangan sinus maupun kosinus karena rumus ini akan bermanfaat dalam penyelesaian soal-soal integral dan diferensial trigonometri
Sekarang, melihat murid-murid saya menderita mengerjakan soal-soal trigonometri, rasanya pengin tersenyum penuh kemenangan, menikmati indahnya pembalasan dendam….(jahat ya ? hehe..).


4 komentar:

  1. weks hahahah....hmmm soal dari siapa mbak ? pak suwar ? hmmmm

    weh kok ada acara balas membalas segala..hahahaha...

    Sukses aja mbak ngajarnya :D saya paling anti sama yang namanya hitung menghitung :D

    BalasHapus
  2. wakakakaa, koq jujur bgt sih Bay.. tapi he em, bener, dlu sempet klepek2 sm soal dr beliau. dendam bgt sm trigonometri... makanya this is the perfect time to revenge !! hehehe

    BalasHapus
  3. ah kalo inget2 yang ini jadi ga mau balik lagi ke SMA ah. hahaha

    Internet Marketing

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.