Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

06/03/09

Bapak, Aku dan Hujan

Beliau orang yang sangat pendiam, tidak boros memproduksi kalimat dengan siapa pun lawan bicaranya. Bapak terlahir dari keluarga Hindu kental di dusun kecil Kalianget, Singaraja, Bali yang kemudian berhijrah menjadi mualaf di tahun 1995. Sebagai orang perantauan yang tinggal di tanah orang, mungkin beliau lebih berhati-hati dalam bersikap. Alhasil, banyak teman terkadang sungkan dengan attitude bapak yang kalem (dan diakui atawa engga ini menurun pada anaknya yang nomor satu hihihi). 
Sore itu hujan turun dengan intensitas tinggi. Saya sedang asyik terbengong-bengong mengagumi hujan di halaman belakang, sejak dulu saya selalu terpesona dengan hujan meskipun siklusnya telah dijelaskan secara ilmiah di buku IPA sekolah dasar, tapi tetap saja saya terpesona.  
Di tengah asyiknya terbuai alunan hujan, tiba-tiba ibu berteriak mengagetkan saya, “Air masuk !!! Komputermu….”
Waa… saya langsung berlari pontang-panting menyelamatkan CPU dan speaker aktif dari serbuan air yang tidak biasanya bertandang ke dalam rumah. Ternyata ada lubang di hati ups, maksudnya pada tembok tepat berlokasi di bawah meja komputer. Sebelumnya lubang yang jadi biang kerok banjir lokal saat itu tidak terdeteksi karena air hujan selalu mengalir mengikuti kaidah hukum gravitasi di selokan belakang. Tetapi karena memang halaman belakang baru saja mendapat buangan material sisa bangunan dari tetangga sebelah rumah, walhasil air hujan dengan debit yang lumayan besar tidak mau mengalir. 
Untung saat itu bapak sedang libur . Dengan sigap, beliau mengambil sekop menggali parit-parit kecil untuk jalan air. Sebagai anak pertama, saya ngga tinggal diam. Saya ambil sekop dan turun langsung ke medan pertempuran bersama bapak. Meskipun bapak sudah melarang, tapi bukan karakter saya untuk diam saja dan menunggu. 
Di bawah rinai hujan yang jatuh dengan tekanan tinggi, kami berpacu menggali, mencangkul, membuka jalan bagi air untuk mengalir seperti semula. 
30 menit di bawah guyuran hujan, saya mulai menggigil, tapi tangan ini tidak berhenti menggali. Bapak diam dan terus bekerja dengan resultan gaya maksimal. Dalam hati saya merasa seperti ada koneksi yang terhubung antara saya dan bapak dengan perantaraan air hujan, sekalipun kami tidak mengucap sepatah kata pun. 
Saya tahu kami jarang bercakap satu sama lain, dan terkadang kediaman ini membingungkan saya. Kenapa bapak tidak seperti bapak-bapak yang lain, yang bisa mesra dengan anak-anaknya. Indah sekali jika bapak dan anak bisa meluangkan waktu melakukan hobi bersama, makan di tempat favorit bersama, atau berbicara dari hati ke hati tentang anaknya yang lagi jatuh cinta mungkin ? Tapi saya tahu sejak dulu bapak tidak begitu. Bapak membiarkan saya tumbuh mandiri tanpa larangan apa pun karena beliau percaya penuh pada anaknya. Dan baru-baru ini saya mengetahui, ternyata bapak lebih senang saya tetap tinggal di madiun untuk menjaga ibu, menggantikan tanggung jawab beliau yang bekerja di luar kota. Menjadi tulang punggung, menjadi kakak, sekaligus anak pertama yang diserahi tugas menjaga keluarga ini. 
Hujan turun semakin deras, biarlah, biar begitu, biarkan hati kami berbicara dalam kebisuan, dalam keheningan. 


4 komentar:

  1. hehehe sip mbak :D benar-benar pekerja keras :D . Eits bukan cuman anak pertama yang harus kerja keras :D saya anak terakhir juga kerja keras nih hehehe.

    Oh ya kapan-kapan ketemu mbak :D , biacarakan soal kerjaan :D

    BalasHapus
  2. Ah, jadi ingat sama bapaknya Ikal...hehehe. Ingat sama bapak saya juga sich. Pendiam, demokratis thd anak2nya, dan kebetulan juga kerja diluar kota. Tulisan yang bagus jeung...[img]http://emoticons4u.com/crazy/1181.gif[/img]

    BalasHapus
  3. bayu -- kapan ketemu nie?

    mba ita -- hehe... makasi..

    BalasHapus
  4. salam hebat buat bapak ya....

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.