Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

25/03/09

Gertak Sambal

Saya memang baru mengenal tugas sebagai jurnalis radio sejak beberapa bulan terakhir. Tetapi kasus-kasus intimidasi yang melibatkan wartawan dan jurnalis media massa sudah tidak asing lagi di telinga. Wartawan diancam akibat tulisannya yang menyudutkan pihak tertentu, sudah sering. Wartawan diancam di bawah todongan pistol agar menghentikan peliputan, saya pernah dengar. Wartawan dibunuh lalu mayatnya dibuang di laut, itu pernah terjadi. Jadi intinya adalah tentang sebuah konsekuensi logis dalam mengemban tugas dan menyampaikan kebenaran.
Ceritanya beberapa hari ini saya mencoba mengumpulkan informasi terkait final four Proliga yang diselenggarakan di GOR Ki Mageti Magetan. Sejak awal pelaksanaan babak semifinal ini memang sedikit bermasalah. Setelah tidak mendapatkan ijin gelar di Solo, panitia memindahkan kompetisi ini ke Magetan. Berita yang kemudian muncul di public adalah kenapa perhelatan berskala nasional semacam ini terkesan ditutup-tutupi. Wartawan Jawa Pos bahkan sempat dicekal karena telah memberitakan hasil pertandingan hari pertama yang digelar pada Sabtu (21/3). Alasan panitia melarang peliputan karena dikhawatirkan pemberitaan media akan mengundang massa yang ingin menyaksikan even voli paling akbar di Indonesia tersebut. Sebab jelang Pemilu 9 April aparat memang melarang berbagai kegiatan yang mengarah kepada pengerahan massa termasuk even kompetisi olah raga.
Saya coba menghubungi Kepala Polisi Resort tempat final four digelar agar bersedia diinterview via telepon. Awalnya saya berbasa-basi bahwa poin interview akan mengarah kepada pengamanan jelang Pileg. Beliau hampir saja mengiyakan ketika berikutnya beliau bertanya, “ Kenapa tidak langsung dengan Polwil, mbak? Polwil lebih punya kewenangan dalam hal ini.”
Mau tidak mau saya harus menyinggung tentang penjagaan super ketat kompetisi Proliga di Magetan jelang Pileg.
Menanggapi apa yang saya singgung, saya bisa merasakan nada bicara Bapak tersebut mulai berubah, amplitudo gelombang suaranya meninggi, dan kata-katanya menjadi sengak.
“Masalah Proliga, Kita Cuma pelaksana pengamanan. Yang lain saya tidak mau berkomentar.”
“Mengapa pertandingan ini tertutup untuk umum?” pancing saya
“Dari awal kita uda sepakat sama panitia. Kompetisi boleh digelar di Magetan, perjanjiannya tanpa penonton.” Suaranya emosi.
“Lalu sampai panpel melakukan pencekalan terhadap media yang meliput ?”
"Siapa yang bilang? Coba sapa yang bilang ada pencekalan? Tidak benar itu..." Nada bicaranya makin tinggi.
“Pokoknya Kami Cuma ditugaskan untuk pengamanan. Wartawan dan Aparat punya tugas masing-masing. Jalan sendiri-sendiri.”
“Saya rasa masyarakat perlu klarifikasi tentang pelaksanaan Proliga yang terkesan kucing-kucingan.” Tanya saya meminta jawaban lebih.
“Siapa yang bilang kucing-kucingan !! Polisi itu Cuma mengamankan titik, yang lain saya ngga mau berkomentar. Dari awal kesepakatannya seperti itu, jangan di lebih-lebihkan.” Klik.

Saya kira dari petikan itu sudah jelas. Padahal kalau saja Si Bapak bersedia memberikan klarifikasi secara langsung di media, masyarakat tidak akan berprasangka macam-macam tentang penyelenggaraan Kompetisi Proliga yang tertutup untuk umum dengan penjagaan super ketat. Yah, mungkin karakter orang memang beda-beda. Ada yang kooperatif ada yang berlawanan. Tapi yang pasti indah banget kalo aparat bisa mengayomi warganya, apalagi untuk sekedar menyampaikan klarifikasi lewat media.

7 komentar:

  1. hihihi....berani juga mbak sampean :D . Saya liat muka-mukanya polisi aja udah ngeri :D

    BalasHapus
  2. Weh2, Bu jan kendel tenan, jan asli pejantan tangguh dirimu ki, eh salah, hihihi..wanita tangguh ding..

    BalasHapus
  3. qeqeqeqeqe
    woooo
    ga sopan blas hhehehe

    BalasHapus
  4. Emg Cy,kadang kita yang "high inquiry" pgn tahu sesuatu hal malah ditutup2i ma pihak yang berwenagng.Selama ini,aq tahu bhw ada tugas2 dan kode2 etik tertentu yang harus dijalankan oleh seorang aparat.Shg terkesan ditu2pi.Pernah denger "Men In Black"???Itu adalah suatu federasi yg dibentuk Amerika yang dittugaskan untuk menyelidiki tentang adanya UFO dan alien.Sesungguhnya mereka hanya menjalankan tugas,sebab Pamanq juga seorang anggota Reserse,so sedikit banyak aq tahu job beliau.But,aq salut ma dirimu.Sense of journalist-mu main...hehe...keep on tryin'fren!!!

    BalasHapus
  5. asline yo keder, tapi macak kendel hehehehe

    BalasHapus
  6. yah, seandainya aparat memang spt itu..alangkah indahnya dunia.

    Tapi..polisi di negara ini kan memang suka ajaib. pamer kumis and pamer kekuasaan yg cuma seuplik.

    btw, boleh aja konsultasi masalah harta warisan tapi saya bukan pengacara lho.

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.