Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

14/03/09

Kasus Munir dan Keadilan yang Mati Suri



Perempuan itu bernama Suciwati. Perempuan yang setiap hari Kamis jam 4 – 5 sore berdiri di depan istana Negara mengetuk keadilan yang sedang mati suri. Saya bisa membayangkan sosoknya yang tegar, berteriak lantang di depan pengadilan, bersama para sahabatnya mencari kebenaran atas kematian suaminya, almarhum Munir. Tapi dari getaran suaranya di seberang line telepon, saya bisa merasakan luka itu, luka yang menganga sejak lima tahun lalu, sejak kasus Munir tidak pernah menjadi jelas. Bahkan ketika bukti-bukti dipaparkan, para tersangka pembunuh Munir disidangkan, lagi-lagi semuanya berakhir buram.
Ketika  ditanya, sampai kapan akan memperjuangkan kasus Munir ? Dengan tegas dijawabnya, dia tidak akan berhenti sampai kapanpun, sampai keadilan benar- benar di tegakkan demi substansi keadilan itu sendiri, yang telah dikebiri bersama lolosnya tokoh-tokoh intelektual dibalik pembunuhan Munir. Dia akan bertahan demi anak cucunya, demi para sahabat yang telah mendukungnya dengan sepenuh hati. 
Saat ini kasus Munir memang pada tahap kasasi, Suciwati berharap Komisi Judicial bisa memeriksa para hakim yang telah membebaskan Muhdi PR.
Ketika ditanya, apakah dirinya tidak takut menghadapi kekuatan tak kasat mata yang meng-cover lawan-lawannya, dia hanya mencibir, “Suami saya telah dibunuh, … maka tidak ada alasan bagi saya untuk takut.” 
Perempuan itu bernama Suciwati, yang setiap hari Kamis jam 4- 5 berdiri tegak di depan istana Negara menyuarakan keadilan, memberi tanda kepada para penguasa agar selalu ingat bahwa keadilan harus segera dibangunkan dari tidur panjangnya. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.