Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

03/05/09

Karena Mereka Istimewa

Semua orang tua mengharapkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tidak ada seorang pun yang menyangsikan. Semua orang tua menaruh rasa sayang sekaligus cinta kepada para buah hatinya. Tak ada yang meragukan. Tetapi pada kenyataannya rasa sayang dan cinta itu seringkali diterjemahkan dalam wujud yang tak dapat dipahami, paling tidak oleh nalar saya yang dangkal ini.
Saking sayangnya terkadang orangtualah yang menyetir ke mana anak-anaknya harus melangkah. “Kamu harus menjadi dokter”, atau “Bapak ingin kamu jadi sarjana teknik”, “Kuliah di IKJ kamu mau jadi apa?”, “Swasta itu hidupnya susah”, dll. Banyak orangtua yang meminta anaknya harus jadi anu atau kudu kuliah di jurusan itu, padahal si anaklah yang kelak akan menjalani hidupnya, bukan sang bapak atau ibu kan ?
Saya sadar sebenarnya saya tidak memiliki “wewenang ilmiah” tentang ini (karena saya belum berstatus orang tua), tapi saya coba berbicara dari sudut pandang orang luar yang sering bersentuhan langsung dengan masalah-masalah serupa. Maklum, profesi sebagai tutor mau tidak mau memaksa saya untuk masuk ke dalam area hubungan anak dan orang tua yang seringkali mengalami friksi hanya karena miskomunikasi.



“ Anakmu bukanlah milikmu. Mereka putra-putri Sang Hidup
yang rindu pada diri sendiri …..” (K. Gibran)



Dalam bukunya “Dig your well before you thirsty”, Harvey Mackay mengatakan, sebenarnya setiap orang memiliki aspek daya jual baik dalam aspek pengetahuan, kompetensi, ketrampilan, minat, sasaran, visi , misi, maupun pengalaman-. Intinya tiap kita adalah istimewa. Kita lahir dengan potensi, bakat, dan keinginan masing-masing. Untuk itulah guru SD kita selalu bertanya “Apa cita-citamu kelak?”, ketika sang anak telah meretas impiannya untuk menjadi novelis hebat karena terinspirasi kesuksesan JK Rowling misal, tapi kemudian di tengah jalan sang ibu menginginkan anaknya menjadi perwira, bukankah kedengarannya cukup tidak adil bagi si anak ? Terlebih jika si anak samasekali tidak mempunyai minat ataupun bakat menjadi perwira. Kondisi ini sepertinya juga dilematis bagi anak sendiri. Di satu sisi ia ingin mewujudkan mimpi dan cita-citanya, sementara di sisi lain tak ingin mengecewakan orangtua yang telah membesarkan dengan sepenuh jiwa.
Saya mempunyai seorang kawan yang sejak kecil suka sekali menggambar. Buku-buku pelajarannya dipenuhi coretan kartun, desaign baju, model bangunan, gambar-gambar dalam dimensi dunianya sendiri. Bahkan ketika guru menerangkan di depan kelas, tangannya tidak berhenti bergerak ibarat Claude Monet yang menggoreskan sketsa di atas kertas. Hasil coretannya pun bisa dibilang outstanding untuk ukuran seorang otodidak yang berguru pada bakat. Sayang sekali bakat luar biasanya ini tidak tersalurkan sebab sang ibu lebih merestuinya menjadi birokrat. – ini hanya satu contoh.
Alangkah bahagianya ketika orangtua yang kita cintai bisa mendukung, bukan mencibir setiap visi kita, mengingatkan bukan menyalahkan ketika jalan kita menyimpang, menasihati bukan menyetir apa yang kita citakan. Karena restu Sang Hidup berasal dari restu orangtua jua.

2 komentar:

  1. Untunglah orang tua saya menyadari itu. Beliau berdua terinspirasi pada hadist nabi Muhammad SAW bahwa anak akan mengalami jaman yang berbeda dengan orang tuanya. Jadi cukup dipersiapkan saja akhlaq dan pondasi dasar agamanya.

    Mengenai jalan hidupnya -pekerjaan dan jodoh-, silahkan dipilih sendiri, asalkan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, Keluarga dan Bangsa.

    So, aku dan kakak-kakakku ga pernah mengalami friksi dengan bapak atau ibu. :)

    Tapi kayaknya, orang tua macam gini langka ya...:) Beruntunglah diriku...

    BalasHapus
  2. sangat setuju , sebagai orang tua kita memang harus mensuport anak agar mereka bisa sukses dan merasa paling istimewa .

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.