Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

21/06/09

Siang ini di Simpang Lima

Siang ini, matahari tepat di atas ubun-ubun. Aku baru saja keluar dari sebuah video rental chainshop dan hendak menggeber kembali tunggangan, tiba-tiba datang anak itu. Anak laki-laki seumuran adikku yang paling kecil, emmm tidak, …. sepertinya dia lebih muda, mungkin baru 9 tahun. Tubuhnya bersih dan kuning. Cukup manis untuk ukuran anak jalanan. 

Yah, seperti biasa dengan modus yang sama dia menawarkan kisah klise. Ibunya di rumah sakit, lagi butuh biaya, maka berapapun rupiah yang kuberikan akan diterimanya dengan ikhlas. Tapi sepertinya dia kurang terlatih, sebab aku telah hafal betul dengan sosoknya yang sering nongkrong di simpang lima kota, sempat pula aku melihat dia menjajakan gorengan dari rumah ke rumah. Dia mungkin lupa, tapi kurasa memoriku belum terlalu udzur untuk mengingat bahwa anak itu pernah melakukan modus serupa padaku. 

Namanya Hendri Kurniawan. Kelas 3 SD Mojorejo. Yah, kugiring dia sebentar untuk melakukan investigasi amatiran ala Nancy Drew. Lalu mengalirlah cerita itu. Cerita bahwa ternyata dia diusir dari rumah karena dituduh mencuri uang. Tidak ada pilihan lain, jalanan yang kejam menjadi pelariannya,dan dalam selimut malam emperan toko menjadi alas tidurnya selama ini. Tuhan, aku bahkan tidak tahu lagi apakah anak ini bicara jujur atau tidak. Naluri jurnalisku terlalu kacau untuk menganalisis setiap kata yang keluar dari bibir kecilnya itu. 

Sorot matanya kosong. Dan sesekali aku merasa setiap cerita yang meluncur dari mulut Hendri terkadang saling tindih, seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan. Lalu aku mengajaknya makan di warung sekitar simpang lima, tapi dia menolak. Ternyata ada 3 anak jalanan lainnya yang berkeliaran di sekitar kami. Mereka adalah teman- teman Hendri.

Aku kemudian menawarkannya tinggal di sebuah rumah singgah di Jalan Ploso Madiun milik yayasan Al Gheins. Kebetulan aku pernah menyimpan contact person pengelolanya. Sebuah rumah singgah sederhana, tapi paling tidak kupikir di sana  dia bisa lebih aman. terlalu besar resiko hidup di jalanan untuk anak seumuran Hendri. Kami berjanji besok bertemu kembali lepas jam 12 siang. Aku juga harus menghubungi Pak Aris, pengurus Al Gheins.

Hatiku berkecamuk. Apakah Hendri akan menepati janji atau tidak. Apakah Al Gheins masih bisa menopang nyawa-nyawa muda tak berdosa ini ? Bahkan rumah singgah itu pernah didatangi aparat gara-gara dituduh sebagai basecamp anjal. Oh, Tuhan, dimana nurani? Di mana keadilan ? Di mana mata hati mereka ?

Apa keputusanku menitipkan Hendri ke Al Gheins sudah tepat ? Apakah nanti dia tidak akan kembali lagi ke pelukan jalanan ? 
Entahlah. 


5 komentar:

  1. yg penting kamu sudah berusaha mengajaknya ke sana. lagipula, terlalu banyak masalah dan ketidakadilan di muka bumi ini. maka ketika kamu bisa melakukan sesuatu utk sesama walaupun sptnya kecil, lakukan saja.

    BalasHapus
  2. Salam kenal, mbak Rosi. Apapun yg terjadi, mbak sdh melakukan yg terbaik, yakni peduli pada sesama. Memang sering kita ga bisa mengatasi semua persoalan di dunia ini. Tapi, yg penting, kepedulian itu telah ada.
    Keep up the good working ya!

    BalasHapus
  3. menjawab pertanyaan mbak rosi di blog henny, silahkan ambil awardnya mbak.
    untuk postingan mbak kali ini, teruskan aja niat mbak, semoga saha pemilik rumah singgah itu mau menerima, setidaknya mbak sudah ikut membantu.
    salam kenal mbak rosi..btw..backsoundnya bagus nih.

    BalasHapus
  4. mbak Rosi, ambil aja awardnya, coz aku pikir blog mbak ini bagus designnya, dan terutama tulisannya. Sayangnya waktu aku posting award itu, aku blm 'nyasar' kesini. Sebelumnya aku pernah mampir, tp lg ga ada wkt jd belum baca2.

    Diambil ya awardnya, buat tanda persahabatan baru kita! Thanks...

    BalasHapus
  5. se-kejam n se-jahat apapun Kehidupan, dibaliknya pasti ada kasih sayang Tuhan.
    ALLAH maha Tahu, tapi Dia menunggu..
    kira2 udah 1,5 Milyar taon lho Allah menunggu hamba2 Nya.., (cuma kira2!) Sabar banget yaa??
    tapi kalo kita, nungguin "se2orang" yg maybe tinggal be2rapa taon or bulan aja udah nggak sabaran!! ups.. kok jadi ngelantur gini sih Teh?? hehe..

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.