Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

04/07/09

Kisah Sebatang Pohon dan Pelajaran tentang Kesetiaan

Alkisah hiduplah sebatang pohon di tengah gersangnya lembah Korphe, di antara cekungan Karakoram yang dingin, membisu dalam salju abadi, sekaligus menyimpan keangkuhan maha indah tak terperi.

Ya, tempat dimana burung gagak pun enggan untuk memalingkan penglihatan, karena dari radius berpuluh kilometer dia bisa mencium bahwa tak ada sepotong makananpun yang layak masuk dalam jalur rantai makanannya. 


Disanalah, dengan keajaiban Sang Pencipta, pohon itu tumbuh. Dalam balutan siang yang berdebu dan malam yang menjanjikan angin sepanjang waktu. Tak ada hujan, hanya sesekali bongkahan-bongkahan gletser meluncur ibarat muntahan Karakoram yang sedang murka, menjadi pemandangan dari bawah pohon yang kesepian itu.

Suatu ketika, lewatlah seorang penunggang kuda yang hendak melintas menuju Askole, desa lain di kaki Karakoram. Ia ternyata adalah seorang saudagar muda dari Islamabad yang bermaksud untuk memperluas ekspansi bisnis hingga masuk ke dusun-dusun terpencil.

Namun karena letih atau apa, saudagar itu memutuskan untuk berhenti dan bernaung di bawah sang pohon. Peluh mengalir dari dahinya cukup menunjukkan bahwa siang sedang tidak bersahabat. Angin pun seakan tak mau diajak berkompromi. Bersama teriknya matahari, mereka benar-benar membuat musim panas bersolek dengan sempurna. Sambil bersandar pada sang pohon, dikibas-kibaskannya jubah sederhana itu untuk menciptakan aliran udara, lalu diambilnya sebotol air untuk membasahi dahaganya yang memuncak.

Baru tegukan pertama, saudagar kemudian menoleh pada sang pohon yang sedari awal tak berhenti mengawasinya. Dengan tatapan takjub, saudagar melepaskan bias kekaguman,
“Bagaimana mungkin sebatang pohon bisa tumbuh di tempat segersang ini ?” kira-kira begitulah batin si saudagar. Tidak ada tanda bekas air sedikitpun di sekitar sang pohon, tapi ia dapat bertahan dalam kejamnya musim. Pastilah Tuhan begitu Maha Kuasa membuat apa yang tak mungkin menjadi mungkin.

Si saudagar muda kemudian menuangkan sisa air dalam botolnya untuk menyiram sang pohon yang bahkan telah lupa bagaimana rasanya hujan. Dengan kasih, saudagar mengikhlaskan minuman terakhirnya demi sang pohon yang telah memberinya sedikit ruang untuk berlindung dari siang. Lalu kemudian saudagar itu beranjak kembali meneruskan perjalanannya ke Askole. Meninggalkan sang pohon dalam kebisuannya.

Pertemuan singkat dengan saudagar muda telah membekaskan sebongkah rasa dalam hati sang pohon. Rasa kasih yang belum pernah dijumpainya dari makhluk lain dalam ladang hidupnya. Pelajaran tentang cinta kasih yang tidak mengharapkan ucapan apalagi balasan. Dan tahukah kawan, sang pohon telah jatuh hati pada saudagar itu.

Siang berganti malam, tetapi musim panas masih enggan beranjak dari bumi Korphe. Mendung di langit hanya terbawa angin kemudian menjatuhkan butir-butir airnya di lembah lain entah dimana. Tapi sang pohon tetap menyambut hari dengan gembira. Dia tahu, dirinya harus tetap bertahan hidup, demi berjumpa kembali dengan saudagar muda.

Banyak manusia lain yang melintas. Sebagian hanya lewat meninggalkan debu, sebagian lagi sengaja menjadikan sang pohon sebagai shelter, tempat berteduh yang nyaman hingga sore tiba. Lalu sebagian lagi hanya singgah untuk menjadikan pohon sebagai lokasi sempurna untuk panggilan alam yang ia rasakan. Puhhffff, sungguh tersiksa.

Waktu bergulir, seiring ganasnya musim, sang pohon justru tumbuh semakin kuat, liat, dan anggun. Daunnya lebat menghijau seakan mengolok matahari, dan buahnya mulai ranum, lezat ibarat kurma surga. Kemudian banyak manusia lain yang mulai jatuh hati pada sang pohon, ingin memetik lalu menguasai buahnya yang elok. Beberapa bahkan berencana mencabut sang pohon dari akarnya untuk dibawa serta ke belahan bumi lain dimana sang pohon bisa hidup lebih terawat dan terpenuhi sepanjang waktu.

Akan tetapi sang pohon tidak bergeming. Baginya sudahlah cukup tinggal di lembah Korphe yang tandus asalkan ia bisa memberi sedikit naungan bagi manusia yang melintas. Lagipula sejauh ini, ia masih tetap hidup dan bernafas setiap hari sambil memandangi puncak Karakoram dengan latar langit sore yang merah jambu. Itu sudah cukup.

Dan yang lebih penting, sang pohon harus tetap ada demi berjumpa kembali dengan saudagar mulia yang telah memberinya beberapa tetes air kehidupan. Seorang manusia yang telah mengajarinya untuk mengikuti kata hati dan keyakinan. Walaupun saudagar tak pernah menjanjikan dirinya untuk kembali datang. Sang pohon akan tetap setia. Sekalipun itu akan membuatnya menderita. Sekalipun itu akan menghabiskan separuh hidupnya. Sekalipun itu akan membuatnya menua. Sang pohon akan tetap setia.

21 komentar:

  1. ada makna yg tak kasatmata di tulisan ini. siapakah pohon itu?

    BalasHapus
  2. Ya, alam meninggalkanpesanNya dan mengajarkan banyak hal kepada kita manusia. Alam, lewat angin, embun, daun, juga pohon memberi metafora yang mendalam, andai saja bisa kita telisik dengan sedikit saja perhatian. Sebatang pohon selalu setia, dia mengajarkan kesetian yang tak pernah berpaling. Sesuatu yang layak ditiru. Nice posting.

    BalasHapus
  3. Wuih bener2 hebat...
    Demi sesuatu yang belum tentu kembali meskipun telah berjanji untuk kembali Dia rela menanti walaupun waktu menghabiskan umurnya...
    mungkinkah ini yang disebut kesetiaan.....

    BalasHapus
  4. so sad...

    Anak cowok ntuh boleh nangiZ nggak Teh??
    ..
    Swear!! kisah yg sangat mengharukan n menyentuh hati banget deh pokoknya!!
    (buat Q)

    Andai diriku tau capakah "Saudagar Muda" itu, pasti aQ bakal paksa dia buat kembali pada "SANG POHON".

    tapi.. knapa mereka dipertemukan! kalo akhirnya mereka harus berpisah???

    Im so sad..
    really, not lie..

    wahai sang pohon, jgn bersedih, "Jiwaku kan slalu bersama mu.." (d'virgin) hihi

    BalasHapus
  5. kisahnya menyentuh banget. setuju sama sang cerpenis,,pohon itu gambaran dari seseorang ya? pasti orang yang sudah memberi banyaikarti hidupbuat mbak rosi ya?????

    BalasHapus
  6. ah..., sungguh kerinduan kerap menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi mahluk yang mengerti tentang arti sebuah kesetiaan... hmmm

    BalasHapus
  7. Dear God..
    The only thing I ask of U
    is to hold Her, when Im not around, when Im much too far away
    We all need that person who can be true to U
    But I LEFT Her, when I FOUND Her, n now I wish I'd stayed
    Cause Im Lonely and Im Tired, Im missing U again.

    Some search.. Never finding away
    Before long, they waste away
    I FOUND U, something told me to stay
    I gave in, to SELFISH ways
    n how I miss some1 to hold
    When hope begins to Fade..

    BalasHapus
  8. Renungan lewat sebuah pohon yang bagus sekali. Kesetiaan memang banyak ujiannya, tinggal ketetapan hati untuk tetap pada pilihan.
    Nice post !

    BalasHapus
  9. wah semoga saja semua bisa memetik pelajaran dari pohon tersebut. terutama bagi cewek / cowok yang lagi sayang sama seseorang, walaupun belum ada kepastian dari orang yang anda sayangi, tetaplah setia, meskipun itu bikin anda menderita, dan bikin anda menua. hehehe...
    hari ini dapat pelajaran yang bermakna. nice post

    BalasHapus
  10. salam kenal.. aktif ya blognya.. :)

    BalasHapus
  11. subhanalloh...penuh makna yang kasat mata...

    BalasHapus
  12. yah, koq sy dipanggil mas hikssss....

    BalasHapus
  13. banyak banget kata-kta pohonnya suka banget pohon ya link ke pohonnya juga banyak banget ^_^

    lam kenal ya, maaf kalo post nya beberapa kali yang ini satu jangan hapus ya... maklum internetnya lemot ^_^ jadi comment gagal mulu...

    BalasHapus
  14. semut bilang, masa komen ngga bisa masuk yah....? tes dulu ah...

    BalasHapus
  15. sejak kmrn aku bolak balik baca postingan ini tp tak ceklik koment gak bisa.

    Ada sebuah makna yg tersembunyi dalam cerita ini, dan itu yg sejak kmrn coba aku pahami.

    Betapa mulia hati sang pemberi air yg mana ketika dia sangat membutuhkan air yg tinggal seteguk itu, dia malah memberikan air itu pada sang pohon. Yang membuat sang pohon mampu bertahan setia hidup di padang gersang sekalipun.

    Wow... nice post, Jeeeng..

    BalasHapus
  16. Cerita yang sangat menyentuh.. banyak hal tersirat di balik cerita itu.. hehe..

    BalasHapus
  17. Posting yang bagus.. sarat makna.pohon itu... ah tak berani menebak-nebak nanti salah lagi...

    BalasHapus
  18. YA ALLAH, AMPUNI SEGALA JANJI, YANG TERUCAP, TERTULIS, MAUPUN YANG TERSEMBUNYI DIDALAM HATI, YANG TAK DAPAT AKU TEPATI.... AMIIN

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.