Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

09/10/09

Matahari dan Bulan


Dalam ukuran dan proporsinya, setiap unsur di alam semesta teramat bijak dan cerdas dalam memaknai perannya. Coba kita lihat matahari. Ia terus bersedekah memberikan potensi energi yang dimilikinya untuk menjamin kehidupan makhluk lain di sudut – sudut semesta. Tanpa mengeluh, ia terus berproses mereaksikan hidrogen secara fusi untuk menghasilkan atom ringan helium hingga menghasilkan sekumpulan elektron energi. Energi ini lantas dipancarkan ke mana saja sehingga kita, penduduk bumi tetap bisa merasakan hangatnya pagi. (Dapatkah kita bayangkan terbangun di esok hari tanpa ada sinar matahari ? Hanya ada warna malam yang kelam .... membayangkannya saja saya sudah merinding ....).  

Lalu mari sejenak kita pandangi bulan di langit malam. Yang hadirnya selalu dinanti, menyiratkan rasa hangat di hati kita. Bulan selalu istiqomah dalam fungsinya sebagai satelit yang mengorbit. Dengan patuh ia mengekor ke manapun planet induknya pergi. Ia terus berusaha memantulkan “kebaikan” matahari. Keteraturan orbital serta cahaya yang ia pantulkan, mampu menjadi penunjuk jalan, arah, serta patokan penanggalan Qamariyah. Posisinya mempengaruhi pula terjadinya pasang surut di permukaan laut. Ketika purnamanya merekah, membentuk diameter yang sempurna, akan banyak hal “istimewa” terjadi. Darah yang naik ke kepala akibat gravitasi akan memunculkan aktivasi kelenjar-kelenjar hipotalamus dan hipofisis. Akibatnya manusia lebih mampu meningkatkan arus impuls dan melahirkan pusaran logika. Pada keluarga cumi-cumi, kondisi ini akan merangsang hormon reproduksi bereaksi lebih intens dibanding momen-momen lain.  


“Maka nikmat Tuhan mana yang bisa kita dustakan ?”  


Mudah-mudahan kita mampu menjadi seperti matahari yang ikhlas. Serta menjadi seperti bulan yang memantulkan kebaikan. Semoga.

Dikutip dengan sedikit perubahan dari buku karya Dr. Tauhid Nur Azhar&Eman Sulaiman : Ajaib bin Aneh, Jadi insan Segala Tahu (2009).






15 komentar:

  1. ee..ee..lupa bilang, sebenarnya matahari dan bulan itu bentuk keseimbangan dunia yang diciptakan Allah SWT. iya kan??

    BalasHapus
  2. apik tenan gambar bulan dan mataharinya..., andai itu kenyataan pastilah sangat menakjubkan!

    BalasHapus
  3. Ya, matahari dan bulan, saling melengkapi secara indah dan harmoni. Nice posting Rosi.

    BalasHapus
  4. gravitasi renungan yg menjatuhkan bobot ego kita ke arah penyadaran yg sebenarnya. mantap.

    BalasHapus
  5. Semoga kita senantiasa menjadi hamba-Nya yang mampu bersyukur. Insya Allah...

    BalasHapus
  6. Esok masih ada pagi. kita nikmati hipotalamus dan hipofisis kembali. atau sekedar merangsang hormon reproduksi bereaksi barangkali. ach...kita kan bukan cumi?! hehe

    BalasHapus
  7. siang hari udah terang
    jadi matahari gak perlu
    kalau malam kan gelap
    jadi bulan perlu
    (just kidding)

    orang berilmu ibarat rembulan, dia mendapatkan cahaya dari orang lain untuk diberikan kepada yang lainnya lagi.

    BalasHapus
  8. Satu kata, SUBHANALLAH
    There isn't word which I'll say again, only subhanallah...

    Oh ya, maaf nih, saya lama tak ol...maaf banget karena tak pandai menjaga silaturahmi
    Maaf sekali karena tak sering bertandang ke rumah penuh inspirasi ini...
    Hewh,,,Oh ya, betewe ada special buat anda di postingan saya....Lihat deh

    BalasHapus
  9. Subhanallah ...itulah kebesaran Allah SWT.

    Nice post Rosi

    BalasHapus
  10. Bener2 ikhlas matahari dan bulan.....
    salute!.. :-)

    BalasHapus
  11. Indah nian fotonya mbak...
    Matahari dan Bulan adalah wujud kebesaranNYA, wujud betapa agung ciptaanNYA.

    BalasHapus
  12. berkunjung malam malam... :-)

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.