Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

31/01/10

Dua Sisi


“Koq tulisannya beda ya? Tumben ngga seperti sebelumnya…, mana tulisan-tulisanmu yang kayak biasanya ?” , kurang lebih begitulah beberapa komen serupa yang masuk ke kotak komentar saya beberapa waktu ini. Komen dari sahabat blogger yang perhatian betul sampai hafal, bahkan saat saya menghadirkan postingan dengan karakter penulisan yang agak beda dari biasanya. Padahal saya sendiri malah ngga sadar, masa iya beda ? hehe …


Buat blogger kacangan macam saya, memiliki gaya penulisan yang tepat merupakan proses belajar yang masih saya cari akhir muaranya. Ketika menulis, jari-jari ini hanya patuh mengikuti rangkaian huruf demi huruf yang melesat-lesat memenuhi labirin otak, lalu menerjemahkannya dalam tarian keyboard. Just write...that’s all !!!


Ada kalanya saya sangat menikmati menulis hal-hal ringan yang “gue banget”, tanpa harus ribet memikirkan taburan metafora apa yang tepat untuk disisipkan. Di lain waktu, virus melankolis merasuki pikiran dan memaksa tangan ini menuliskan tema-tema yang agak “dalem” untuk ukuran anak udik seperti saya.


Sebagian orang menyebut ini inkonsistensi, tapi saya lebih senang menyebutnya dua sisi. Dua sisi untuk mengasah kepekaan jiwa terhadap berbagai sudut kehidupan yang tidak melulu monokromatik. Seperti pesan sponsornya jeng Agnes Monica, “Life is never flat” ;-p…




Ngga dipungkiri gaya menulis ini kadang dipengaruhi oleh bacaan yang sedang saya baca. “Serenada Kereta Senja”, adalah salah satu tulisan saya yang terkontaminasi Edensor-nya Om Andrea Hirata. “Secangkir kasih buat Jiwa-jiwa Hangat” mungkin dipengaruhi analogi fisika Dr Tauhid Nur Azhar, ilmuwan dari UI yang cerdas itu. Sementara “Bukit Tanpa Puncak” , mungkin hasil dari persemedian saya di atas puncak Argopuro hehehe… ngayal banget!


Buat mba Newsoul, sang komentator yang setia dan bang Auliawi Ahmad yang sajak-sajaknya T.O.P B.G.T mudah-mudahan tulisan ini bisa jadi jawaban atas komentarnya di postingan saya yang lalu. Thanks buat kunjungan selama ini, ditunggu komen-komen selanjutnya!!!



14 komentar:

  1. hehehe, bukannya gak suka dng postingan kemaren tapi gaya dan tutur katamu dalam penyampaian yang bikin merindu apalagi klu bicara soal hati :) n menulis emang gak bisa dipaksain harus selalu bernada yg sama(kecuali wartawan/jurnalis)n bicara dua sisi pasti ada pada tiap org malah kadang lebih, aku jg spt itu tapi berusaha menempatkan sisi2 yg ada sesuai jalur yg kuinginkan :) met libur ya Sist :)

    BalasHapus
  2. mampir kemari...
    :)
    keep writing mbak :)

    BalasHapus
  3. sesekali beda nggak apa-apa kok mbak..itu tandanya kita belajar. kalo gaya menulis sama melulu itu tandanya prinsip, tapi bukan berarti berubah berarti berubah prinsip ^^

    BalasHapus
  4. berubah gaya sesekali gak ada salahnya kok mbak....

    BalasHapus
  5. Saya selalu menikmati tulisan2 bu Rosi...apapun bentuknya...

    BalasHapus
  6. apakabar, sayang?
    terkadang memang gaya menulis terbawa arus bacaan yang baru saja selasai dilalap. apakah itu inkonsistensi? barangkali setiap orang pernah merasakan tahapan itu, barangkali juga tidak. Kalau menurutku sih semua pasti akan bertemu dengan gaya khas menulisnya sendiri, dengan proses yang berbeda.

    Proses itupun sedang kujalani ... maklum masih terus belajar hehe ...

    So, menulislah terus sesuai hati ...

    BalasHapus
  7. Aku sendiri merasa belum menemukan gaya penulisan yang khas. Bagiku bisa menulis saja sudah sangat luar biasa hehehe.
    Kalau mbak Elly sih gaya penulisannya sudah sangat khas ya ? Sehingga jika dia mengubah gayanya akan jadi 'aneh'.

    BalasHapus
  8. Ya Rosi, menulis tentu tergantung suasana hati. Tentu gaya tulisan juga sangat tergantung suasana hati. Saya, cuma telah terbiasa dengan gaya "Pohonku Sepi Sendiri" itu, he. Tapi, bukankah hidup itu penuh dinamkia. Life's never flat. Keep writing sobat.

    BalasHapus
  9. waduh, buwel jarang menulis mbak... paling menulis puisi.. idenya pun kalo dapet yang pas terlintas dihati apa, kalo nggak ada ide biasanya nggak updet... :-)
    Tentang gaya menulisnya Mbak Rosi siiiip kok... sayah suka...

    BalasHapus
  10. hihiihihih... diriku juga lagi bingung dengan tulisannya sayah... kadang bebas dan lucu, kadang serius, kadang lagi puitis... entahlah, mungkin kalo dah sampai proses kematangan bisa nemuin gaya tersendiri kali ya..

    BalasHapus
  11. numpang baca di sini dan salam kenal :)

    BalasHapus
  12. Kayak koin, punya 2 sisi, tapi sebenarnya sisi2 tersebut sangat erat dan saling berdekatan...

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.