Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

18/05/10

KALA


Hidup adalah sebuah pilihan. Tidak semua pilihan itu mudah. Kita harus menghitung, menimbang ke belakang, meraba masa depan yang masih tertutup kabut. Tapi bukankah itu yang diajarkan nasib ?


Tidak semua bisa memahami keputusan besar yang pada suatu ketika membelokkan peta rencana semula. Ada yang mencibir. Ada yang mengumpat. Ada yang coba membeli passion itu dengan iming-iming financial. Tapi otoritas untuk memilih ada pada pundak kita dengan segala konsekuensinya.


Kita bisa saja memilih untuk tetap berada di dalam tempurung yang sama, dengan jaminan financial cukup ‘stabil’ untuk ukuran orang udik yang tidak neko-neko. Akan tetapi hidup bukan semata masalah materi dan kepuasan raga. Ada kalanya sekam mimpi memantik dalam jiwa dan rindu untuk dinyalakan .


Ketika kita telah menghabiskan puluhan purnama bersama orang-orang terbaik yang mengajari kita banyak hal, tentu adalah hal berat memutuskan untuk pergi. Namun rindu akan dunia di luar sana terlalu lama terpendam dalam kotak mimpi yang telah berkarat. Maka perjalanan untuk mengembalikan mimpi-mimpi itu memang harus dibayar dengan pengorbanan, rasa kehilangan, serta ketidaktahuan akan apa yang akan dihadapi di depan sana.


Hidup bukanlah tentang hasil, akan tetapi tentang proses belajar. Belajar menemukan hal-hal baru yang akan membasuh kerinduan jiwa ini akan makna. Juga tentang pelajaran di setiap jengkal bumi yang dibentangkan-Nya.


Maka demi itulah sebuah keputusan harus ditetapkan. Bukan tentang untung rugi, atau semata-mata tentang materi. Akan tetapi hidup yang Cuma sesaat ini terlalu sia-sia jika tak ditempa dengan pengalaman. Terlalu gersang jika tak disirami dengan hikmah dalam tiap episodenya.



32 komentar:

  1. Hidup memang pilihan, perlu persiapan yang matang dan juga keberanian saat kita dihadapkan pada situasi harus memilih. Sudah siapkah kita ? atau sudah beranikah kita ? cuma kita yang bisa menjawabnya.....

    Postingannya bagus banget mba, membuat saya termenung meresapi maknanya...

    Salam hangat & sehat selalu...

    BalasHapus
  2. MERENUNG....

    HIDUP NGGA BOLEH DIAM...

    BalasHapus
  3. So sweet...ya, siapa yg kuat berjuang utk bs hidup, akan bisa merasakan hasilnya dg puas, tp puas itu hrs tetap dikejar, agar tdk terhenti sampe disitu juga...

    BalasHapus
  4. nasib: buah hasil konsultasi Tuhan dgn kemampuan kta yg selalu kta kembangkan.

    BalasHapus
  5. Seperti katamu kemarin tentang efisiensivitas dalam mengerjakan segala hal. Bagi orang yang mengejar kepuasan berkarya, itu hanya satu dari jutaan makna yang ingin dikejar. Tapi bagi yang pandai mengambil banyak peluang dengan usaha secukup mungkin, itu sudah merupakan penyelesaian.

    Setiap orang memiliki bukunya masing-masing. Kita tidak bertindak sebagai penulis atau pengarangnya. Kita hanya bertindak sebagai tokoh yang ada di dalam setiap bagian-bagian fragmennya. Dengan kata lain, "the rest is still unwritten..."

    Indah itu adalah kita yang menganggapnya indah, bukan yang kita buat menjadi indah.
    Akan ada perpisahan, sejenak atau beberapa saat. Learn to try, not gave it all the way...

    Pada suatu saat nanti, jika kita sudah hidup masing-masing. Dan ada yang bertanya atau menyebutkan namamu (sebagai "Ublik" atau "menteri keuangan" atau "guru" atau apalah itu, aku cuma akan berkata,
    "Iya, ia adalah temanku..."
    Maka sebenarnya, kata perpisahan itu tidak berlaku lagi...

    Hati itu maha luas, tapi tak mampu seluas kuasa-Nya.

    Hati itu punya perjalanan panjang, tapi akan berhenti bersamaan dengan perhentian nafas menuju kehidupan abadi.

    Hati itu kuat, karena ia tak bisa dihancurkan. Bagaimana bisa? Melihat bentuknya saja kita tidak pernah bisa? Tul tul tul...??

    BalasHapus
  6. Setuju, hidup adalah pilihan. Sadar atau tidak, kitalah yang memilih apa saja untuk ditarik dalam kehidupan kita.

    BalasHapus
  7. seperti para komentator diatas aku setuju :)hidup adalah pilihan yg merupakan penentuan arah hidup kita nanti :) tq dah berbagi :)

    BalasHapus
  8. Yups mbak... tak semua pilihan itu mudah, bahkan seringkali kita mengambil pilihan yang salah. Namun yang terpenting adalah kita mampu memperbaiki kesalahan pilihan kita. Iya kan..?

    BalasHapus
  9. Hidup bukanlah tentang hasil, akan tetapi tentang proses belajar ---> aku setuju banget dg kalimat itu mbak.

    BalasHapus
  10. selalu ada pembelajaran dalam hidup....

    BalasHapus
  11. @ bang noor : makasih, bang!
    @ roel : merenung pasti sambil diam kan ?! masa sambil lari-lari
    @ mba lilah : kepuasan itu ngga nisbi ya mba?
    @ aura pelupa : thanks kunjungannya, bang
    @ john : konsultasi dengan Tuhan? hemmm, pilihan kata yang menarik
    @ gerry : hummmmm... ya...ya... intine opo tho ? ;p ... kepuasan itu tentang rasa. dan prinsip efiensi tenaga yang aku fahami, belum tentu berlaku buat orang lain kan?
    @ newsoul : pengikut setia Law of Attraction yah mbak
    @ bang aulawi : penentuan arah... sedikit menakutkan kata2 itu bang
    @ catatn kecilku : seperti yang saya yakini mba, confidence come from not always being right, but from not fearing to be wrong
    @ the others : hm, yeah, hasil perenungan di bawah halimun argopuro hihihi
    @ kemala-okti : dan kita harus pandai-pandai menarik hikmahnya

    BalasHapus
  12. so, kita harus memilih yg terbaik ya

    BalasHapus
  13. kunjungan balik nih... setuju hidup memang untuk memilih! seperti saat ini saya memilih mengunjungi Blog-nya Mbak dan bukan yang lain :P

    BalasHapus
  14. maka waktu akan mengajarkan kita untuk arif dalam memilih.
    Postingan mantap!

    BalasHapus
  15. mantab ne kata2nya
    makasih ya dah berkunjung ke blog aku
    salam persahabatan

    BalasHapus
  16. kata-katanya menggugah, selalu ada pilihan dalam setiap langkah, :)

    salam kenal, ditunggu kunjungan baliknya, ^^

    BalasHapus
  17. Senada dengan Sayyidina 'Ali, yang memilih hidup berjuang daripada dimatikan sewaktu bayi yang jaminannya langsung surga...

    BalasHapus
  18. yups mbak, moga kita selamat sampai akhir ya..

    BalasHapus
  19. @ sang cerpenis : yah begitulah
    @ nietha : thanks
    @ alice : hehe
    @ annie : bijak banged kata2 nya mbak
    @ aby : thanks balik
    @ naila : salam kenal juga
    @ buwe : berarti nilai ikhtiar memang luar biasa ya?
    @ achen : amin

    BalasHapus
  20. @ sang cerpenis : yah begitulah
    @ nietha : thanks
    @ alice : hehe
    @ annie : bijak banged kata2 nya mbak
    @ aby : thanks balik
    @ naila : salam kenal juga
    @ buwe : berarti nilai ikhtiar memang luar biasa ya?
    @ achen : amin

    BalasHapus
  21. setiap pilihan, pasti ada konsekuensinya. memang sebelum melangkah, kita harus mempertimbangkan banyak hal dan tentu saja minta petunjuk dari Yang Maha Kuasa. thanx udah mampir di blog saya. salam kenal yah.
    Saya ikutan follow juga

    BalasHapus
  22. mungkin Tuhan yg akn berkonsultasi dgn kita atas kemampuan yg slalu kita kembangkan.

    BalasHapus
  23. @ violet : salam balik mba
    @ john : tapi bakal NGANTRI bikin appointment nya yah ;D

    BalasHapus
  24. Selamat malam mbak..., lama ya tak mampir..? :D

    BalasHapus
  25. Hidup bukanlah tentang hasil, akan tetapi tentang proses belajar.
    ***
    Saya suka ini, Mbak Rosi!

    BalasHapus
  26. Selamat berjuang Jeng, ku do'a kan dan aku yakin, dirimu akan berhasil ditempat pilihanmu...

    Nikmati prosesnya,,,Tuai endingnya...

    BalasHapus
  27. @ mba reni : hehe iya mba, maaf sy lama ngga mampir juga
    @ eka : yup karena qt ini cuma musafir yg sedang singgah di ladang bernama dunia ya?
    @ katak : thanks, Kang. saling mendoakan yah

    BalasHapus
  28. Hidup hanya menjalani.
    Ujug2 kok dah besar ya...
    ujug2 kok dah menikah ya ....
    Thanks.

    BalasHapus
  29. mbak rosi,,
    kata nya aku suka,,,

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.