Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

26/06/10

20 Tahun Lagi Gletser Papua Musnah

Prof Lonnie G Thompson, pimpinan kelompok peneliti inti es Papua, memperkirakan bahwa dalam waktu 20 hingga 30 tahun ke depan, gletser di Gunung Cartensz, dekat Puncak Jaya, Papua, akan hilang sebagai akibat dari pemanasan global.

"Hampir pasti di sini dan di tempat-tempat tropis yang lain, kira-kira dalam 30 tahun mendatang gletser akan hilang akibat perubahan iklim," kata Lonnie Thompson yang juga guru besar pada Ohio State University di Timika, Sabtu (26/6/2010).

Thompson memimpin proyek penelitian pengeboran inti es Papua 2010 yang dilakukan atas kerja sama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Byrd Polar Research Center (BPRC) The Ohio State University.

Lonnie Thompson mengatakan, proses pencairan es pada gletser Papua sangat cepat akibat dari faktor iklim. Setiap hari di kawasan itu selalu turun hujan. Ia juga mengatakan, suhu rata-rata di kawasan gletser Papua pada siang ataupun malam hari berkisar pada 5 derajat celsius hingga minus 5 derajat celsius di bawah 0.

Menurut Lonnie, gletser yang ada di pegunungan Papua merupakan yang paling rendah dibanding dengan gletser di tempat-tempat lain di berbagai belahan dunia.

"Kami sudah mengambil semua sampel es dari berbagai gunung di dunia. Yang tertinggi di pegunungan Himalaya (perbatasan Tibet dan China) dengan ketinggian sekitar 7.200 meter di atas permukaan laut. Sedangkan yang ada di Papua berada pada ketinggian di bawah 5.000 meter di atas permukaan laut," paparnya.

Perubahan ini juga dirasakan oleh para aktivis lingkungan yang melakukan pendakian ke Puncak Carstensz Pyramid, Jayawijaya, Papua, pada pertengahan April lalu dalam rangka peringatan Hari Bumi. Salah satu anggota tim ekspedisi dari Wanadri, Iwan Irawan (38), tercengang ketika mencapai kawasan es Nggapulu yang membentang sekitar 1,5 kilometer dari puncak.

”Tahun 2004 saat saya ke sini setidaknya dua kilometer dari puncak masih ditutupi es,” kata Iwan seraya menunjukkan lokasi terakhir, tebing yang tadinya tertutup salju dan kini tinggal bebatuan.




Artikel ini dikutip dari KOMPAS.COM







5 komentar:

  1. pemanasan global memang sudah mulai kita rasakan juga ya mba,... udara kian panas dan iklim kian tak menentu.

    BalasHapus
  2. 20 th lagi,,,
    dampak GW sangat cepat ya...

    BalasHapus
  3. met malam mbak rosi,,
    umy berkunjung,,,
    20 th lagi,,,

    BalasHapus
  4. "20 hingga 30 tahun ke depan"

    atau bahkan lebih cepat.

    BalasHapus
  5. "20 hingga 30 tahun ke depan"

    atau bahkan lebih cepat.

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.