Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

14/07/10

MENGGUGAT KEBERADAAN KOMITE SEKOLAH

Sebagian orang mungkin berpandangan Komite Sekolah hanya berisi sekumpulan orang-orang berduit yang mewakili keberadaan wali murid di sekolah. Lebih jauh lagi, ada yang dengan sinis mengungkapkan Komite Sekolah merupakan kepanjangan tangan sekolah untuk memperlancar urusan ‘per-duitan’.

Sedih juga mendengar komentar semacam ini, tapi lebih sedih lagi kalau ternyata realitanya benar adanya. Dalam bingkai pemahaman saya, komite sekolah sebenarnya adalah bentuk keterlibatan masyarakat (dalam hal ini representasi wali murid) untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal pelaksanaan pendidikan di sekolah. Idealnya, anggota komite sekolah bisa menampung dan menyalurkan ide dari para orang tua. Tapi boro-boro menyalurkan ide, mungkin saling kenal saja tidak. Bahkan ada juga orang tua yang sama sekali tidak paham lantas mengatakan, “Komite Sekolah kuwi opo tho ndhuk?” (komite sekolah itu apa tho, nak?; red). Ironis jilid satu.

Saya tidak menggeneralisasi, tapi dari kebanyakan yang ada, komite sekolah dihuni oleh para wali murid yang dianggap cukup terpandang, punya kedekatan sosiokultur dan psikologis dengan pengurus sekolah, sehingga dianggap akan ‘memperlancar’ segala keputusan yang menyangkut ‘per-duitan’ para siswa.

Akibatnya, rapat-rapat wali murid yang digelar di sekolah secara umum hanya berisi pembacaan keputusan yang sudah difinalkan oleh pihak sekolah dan Komite sebelumnya. Kalau sudah begitu dimana hak bicara para orang tua? Dimana juga transparansi yang seharusnya bisa diketahui orang tua yang telah menyekolahkan putera-puterinya di sekolah tersebut?


gambar diambil dari sini


Saya rasa ada yang perlu diperbaiki dari keberadaan komite sekolah.

Pertama, masalah pemilihan pengurus komite. Tidaklah bijak jika Ketua komite ditunjuk langsung oleh pihak sekolah. Perlu ada musyawarah diantara wali murid untuk memutuskan siapa orang-orang yang dipandang pantas mewakili mereka.

Kedua, soal porsi keterlibatan. Keberadaan komite sekolah telah memberikan wadah bagi masyarakat untuk terlibat dalam pelaksanaan pendidikan. Tentu bukan hanya masalah dana saja yang menjadi porsi Komite, akan tetapi ide-de segar dan kreativitas untuk memajukan proses pendidikan juga mutlak dibutuhkan. Evaluasi terhadap program dan kinerja sekolah juga patut mendapat perhatian. Sebab maju tidaknya kualitas pendidikan bukan hanya tugas institusi sekolah dan Diknas, masyarakat juga bertanggung jawab sesuai dengan porsi dan ladangnya.

16 komentar:

  1. Ya, saya setuju Komite sekolah seharusnya dibuat lebih jujur dan demokratis. Dengan begitu keberadaannya dapat betul-betul berfungsi dengan baik.

    BalasHapus
  2. Di era reformasi dan keterbukaan saat ini sangat dibutuhkan peran serta yang lebih aktif dari masyarakat. Komite Sekolah dibentuk tentunya membawa misi yang amat baik dan luhur demi kemajuan pendidikan di tanah air. Bila dalam aplikasinya di lapangan terdapat hal-hal yang kurang baik, tentunya harus dicarikan jalan keluar yang bijak dan dapat mengakomodir semua pihak. Kami amat setuju dengan 'tips' yang diajukan dalam artikel ini. Semuanya perlu proses waktu untuk menuju kepada hal yang lebih baik. Trims sharingnya yang kritis dan menarik.

    BalasHapus
  3. kalau menurut saya keberadaan komite sekolah memang penting.sebenarnya komite sekolah itu kan wakil dari orang tua siswa dan mewakili semua orang tua siswa.....hanya saja fungsi atau peran komite sekolah lah yang belum berjalan dengan baik. sehingga menimbulkan pemikiran seperti itu. sebenarnya kalau fungsi komite itu barjalan dengan baik bukan tidak mungkin kegiatan yang berkaitan dengan wali siswa akan bisa diatasidengan baik. dan mungkin kuranggya sosialisasi aja ke orang tua siswa tentang keberadaan komite..sehingga tidak ada kata2 komite Sekolah kuwi opo tho ndhuk? yo po ra........salam kenal

    BalasHapus
  4. yg penting pembentukan itu tidak berdasarkan niat tertentu /terselubung :)

    BalasHapus
  5. semoga lebih terbuka dan demokratis aja...

    BalasHapus
  6. world bank mengucurkan dana bantuan pendidikn di sekolah2 terpilih yg kmd pihak skolah dan komite mengelola itu & ada monitoringny. ada sebagian komite yg melibatkan siswa sbg bgain dr anggotany. ironis jika dana itu malah digunakan untuk "nempur beras". sebenarnay konsepnya bagus cuma pelaksanaany dan mental manusianya jg sistem yg wow.

    BalasHapus
  7. biasa lah.. sepukul dua pukul bagi guru2, maklum.. alasan klise, gajih guru kan kecil ???

    BalasHapus
  8. sekolah kita dulu ada komite nya gak?lupa saya...kok tidak terasa sama sekali eksistensinya,..

    BalasHapus
  9. dulu kayaknya gak ada komite sekolah ya? tapi lancar2 aja tuh.

    BalasHapus
  10. hidup penuh akal-akalan, hasilnya asal-asalan

    BalasHapus
  11. Mudah2an anak2 kita tetap bisa bertahan menjadi anak masa depan

    BalasHapus
  12. @ newsoul emang perlu direformasi mba
    @ herdoni : thanks bang
    @ adi : komite sekolah itu seperti legislatif nya sekolah, ngga harus jd oposisi tp paling engga jangan sedika dhawuh aja, kritis dikit lah
    @ aul : tujuan pembentukan pasti bagus, tapi implementasinya yg dipertanyakan hehe
    @ roel : amin
    @ john : hmm masalah mental, setuju
    @ orang kampung : hehe , gaji kecil tp kalo bisa mensyukuri ya ngga bakal korup bang
    @ eka : hehe ya adalah, Ka'. tp sungkan mau nyebut nama anaknya disini ;p
    @ fanny : berarti dulu komite nya oke mba, atau orang tua murid lain yang ngge berani krritis hehe
    @ muhammad : hehe
    @ sasmi : maksudnya ???$%@^%$#&^

    BalasHapus
  13. setujuu... image kalau komite sekolah cuma sekelompok orang yang berduit dan engga ramah, emng engga bisa diubah

    Mkashy buat kunjungan dan komentarnya :D

    BalasHapus
  14. ya sebenarnya kalau di fungsikan dengan baik pasti akan berfungsi dengan baik.

    BalasHapus
  15. yang seperti ini harus perlu di perhatikan. untuk kualitas sekolah juga pastinya :\

    Internet Marketing

    BalasHapus
  16. Setuju sekali..semaga anak-anak kita kelak bisa sukses...dengan mendapatkan pendidikan yang layak

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.