Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

01/07/10

PENDIDIKAN BERHATI NURANI

Hari ini sudah masuk masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dulu istilahnya Penerimaan Siswa Baru (PSB). Yah apapun namanya, saya rasa intinya tetap sama. Tahun ini tanggal 1-5 juli 2010, para orang tua mulai sibuk dengan aktivitas mencarikan sekolah buat putera-puteri tercinta. Mereka rela berdesakan, berpanas-panas ria, mobile dari sekolah satu ke sekolah lain untuk mengecek terus pergerakan peringkat anaknya.

Belakangan bahkan pegadaian di sejumlah daerah sudah ramai dibanjiri warga yang membutuhkan dana segar, apalagi kalau bukan untuk mengcover biaya masuk sekolah. Ya, apapun rela dilakukan demi anak.

Saya yakin setiap orang tua menginginkan yang terbaik buat buah hatinya. Sekolah yang berkualitas, fasilitas yang paling lengkap, pengajar yang berkompeten, pendidikan akademis yang terintegrasi dengan akhlaqul karimah. Wow, siapa yang tidak mendambakannya ?

Namun , semua itu tentu tidak bisa didapatkan dengan murah. Mengutip slogan Taman Siswa, Jer basuki mawa bea. Atau dengan bahasa yang lain, ada harga, ada rupa, begitu kira-kira kata pedagang handphone yang saya temui di WTC Surabaya.

Tidak munafik memang segala fasilitas pendidikan butuh biaya. Guru yang mengajar juga butuh kesejahteraan biar tetap konsentrasi mengabdikan ilmunya. Namun apakah alasan rasional itu lantas dijadikan pembenaran untuk mengeruk dana semaksimal mungkin dari para orang tua ? Apakah dana yang dibayarkan itu benar-benar telah digunakan sesuai amanah dengan pertanggung jawaban yang transparan ?

Ramai kasak kusuk saya dengar dengan telinga saya sendiri, betapa masyarakat mengeluhkan mahalnya bea masuk RSBI, sekolah yang digadang-gadang menghasilkan output setara kualitas lulusan Chambridge dan sebangsanya. Gengsi dan prestise tersendiri tentu menjadi pilihan bagi sebagian kalangan yang memiliki akses finansial tak terbatas. Tapi bagi si miskin ? Tidakkah itu menimbulkan kecemburuan sosial ? Meski beberapa sekolah mengumbar janjinya untuk tetap memberi prioritas beasiswa buat yang tidak mampu, tapi kebanyakan para kaum marjinal ini akan mundur dahulu karena minder bersaing dengan eksklusivisme kaum berpunya di lingkungan SBI.

Saya cukup salut dengan komitmen Ketua dewan pendidikan kota madiun yang baru. Sekolah jangan hanya menjual label (RSBI/SBI; red), tapi kualitas belum terbukti. Jangan sampai dugaan bahwa Sekolah berstandar internasional hanya sebagai proyek untuk komersialisasi pendidikan itu benar adanya. Apalagi RSBI/SBI dibukakan kran kebebasan untuk menentukan besaran biaya yang dibebankan kepada orang tua siswa. Saya rasa disinilah perlunya regulasi yang tepat untuk menghindarkan sekolah-sekolah kita dari liberalisasi pendidikan.

Pendidikan yang terbaik memang membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Akan tetapi pendidikan yang berhati nurani hendaknya juga tidak ditinggalkan oleh institusi sekolah serta para pembuat kebijakan.



18 komentar:

  1. pertamax sist,,
    hmm,,
    kalo nyikapin ni semua
    jd prgrm pndidikan gratis, mw dkemanain tu?

    BalasHapus
  2. Terus terang RSBI/SBI justru menghambat anak2 pintar yg berasal dari kalangan tak mampu utk mendapatkan pendidikan terbaik dg biaya murah.
    Pengkotak2an spt itu menyedihkan sekali...

    BalasHapus
  3. kapan ya sekolah bener2 gratis???
    cuman sekedar janji mulut2 busuk aja tuh kayanya...

    BalasHapus
  4. sungguh sangat menarik dik....segala sesuatu di mulai dari diri kita sendiri....bukan yang diluar yang bisa berubah terlebih dulu, tapi dari dalam diri kita sendiri yang harus berubah....cara berpikir kita yang kita ubah terlebih dulu....berusaha mengubah yang di luar diri kita hanya akan menyebabkan hal-hal itu semakin kuat dan sulit kita wujudkan keinginan kita.....ssssss.....sssst...ubahlah dirimu jika kamu ingin mengubah yang di luar....salam buat bapak kalrh ibu ya.....semoga semakin sehat dan semakin sejahtera....amin....

    BalasHapus
  5. Setuju dengan pendidikan berhati nurani. Selamat pagi Rosi.

    BalasHapus
  6. @ umy : hehe ngga ada istilah pendidikan gratis dek, semua butuh biaya
    @ reni : idealisme label SBI nya oke, tp sayang kurang pengawasan mba
    @ Roel : nothing is free in this world
    @ the presence of mind : thanks, mas
    @ newsoul : pagi juga mba...

    BalasHapus
  7. jaman skrg yg namanya 100 persen gratis itu mana ada sih...
    betul gak?

    BalasHapus
  8. pendidikan adalah segalanya :D

    BalasHapus
  9. bagaimana wujud pendidikan yang bernurani itu sist ? tidak pilih kasih atau yang bisa memberikan keringanan biaya bagi yg tidak mampu :)

    BalasHapus
  10. Mampir lagi... Koleksi KKPK shasa sudah menumpuk mbak, begitu juga koleksi novel anak Islam.. udah banyak banget.. ^_^
    Sst.. sekarang ada virus buku kan..? Shasa udah ribut ngajakin lihat lho.

    BalasHapus
  11. mampir perdana salam kenal..
    artikelnya bagus banget mbak..

    BalasHapus
  12. pendidikan>>investasi jangka pnjang human capital.
    sekolah berhati nurani menghasilkn output alumnus yg berhati nurani baik. http://kandankjurank.com/ slah satu sekolah berhati nurani (menurut sy) cuma memang basisnya bukn pendidikan formal.mungkin dibngun krn ketidak sepaktan terhadap sistem pndidikan yg ad.

    BalasHapus
  13. salam kenal trimakasih infonya.pendidikan>>investasi jangka pnjang human capital.
    sekolah berhati nurani menghasilkn output alumnus yg berhati nurani baik. http://kandankjurank.com/ slah satu sekolah berhati nurani (menurut sy) cuma memang basisnya bukn pendidikan formal.mungkin dibngun krn ketidak sepaktan terhadap sistem pndidikan yg ad. betul itu

    BalasHapus
  14. salam kenal...pendidikan emang penting banget

    BalasHapus
  15. yups neh Mbak, padahal yang rsbi itu cuman menang pengantar pake basa linggis doang yak.... kekeke

    BalasHapus
  16. duuuh, moga cerahlah pendidikan indonesia esok hari, Pak menteri gimana neh...

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.