Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

09/09/10

“Memaafkan” : satu Rahasia Kelimpahan yang sering terabaikan

Memaafkan : menerima apapun sebagaimana adanya di dalam batin


BY : ALI WARINGIN


Lebaran telah tiba,…orang- orang akan saling bersilaturahmi, saling bersalaman, saling bermaaf-maafan. Namun adakah permintaan maaf itu benar-benar tulus dari hati ? Apakah mereka yang bersalaman hanya berpura-pura sekedar untuk penghormatan di hari besar ? Ataukah mereka hanya ikut-ikutan terjebak dalam efuria selebrasi tanpa makna ?

Mungkin ada diantara kita yang mengobral beribu kata maaf di hari raya Idul Fitri, tapi baru beberapa menit saja kita sudah membicarakan aib orang yang dimintai maaf sebelumnya. Sehingga yang sering terjadi, tak berapa lama setelah lebaran, pertengkaran dan perselisihan muncul kembali. Rasa benci , curiga dan dendam yang mengkarat terasa sulit terhapus begitu saja dengan ritual bersalam-salaman.

Demikianlah obrolan saya dengan seorang teman suatu ketika, di sebuah kafé kecil di kota kami sambil minum kopi…hehehe…

taken from here


Dalam bingkai pemahaman saya, memaafkan artinya menerima segala sesuatu sebagaimana adanya di dalam batin. Tidak ada lagi penilaian dan penghakiman terhadap apapun baik dalam pikiran maupun dalam hati. Memaafkan juga berarti menerima apa adanya diri anda saat ini, menerima apapun masa lalu, serta tidak mencemaskan apapun yang akan terjadi di masa depan.

Menerima apapun situasi dan kondisi anda saat ini berarti juga memaafkan diri sendiri. Jika masih ada perasaan curiga, cemburu, iri hati, jenuh, rasa tidak puas, gelisah, dendam serta emosi-emosi yang negatif lainnya, jika masih ada orang lain yang anda nilai kurang baik atau tidak benar sikapnya, meski anda tidak mengucapkannya, itu berarti anda belum bisa memaafkan diri anda sendiri.

Sebelum anda bisa mengampuni diri sendiri, anda belum bisa memaafkan orang lain. Ampuni apapun yang terjadi, sampai tidak ada lagi rasa dendam, curiga, dsb. Sebab mengampuni diri sendiri juga berarti membuka diri akan kelimpahan hidup. Dan ketika anda bisa menerima apa adanya diri anda saat ini, anda mulai bisa memaafkan, maka kelimpahan hidup anda dimulai.

Bisa jadi saat ini anda telah memperoleh segala impian anda seperti mobil, rumah, pasangan ideal dll, tapi anda tidak bisa merasakan kelimpahan hidup. Rasa kepemilikan yang Anda miliki terhadap semua benda-benda itu tidak ada artinya lagi. Yang ada hanya perasaan kekurangan dan ketidakpuasan. Ini akan terus menciptakan jurang yang cepat atau lambat akan menceburkan tuannya sendiri yaitu anda yang tidak bisa memaafkan.

Anda pun tidak benar-benar bisa bersyukur jika anda tidak bisa memaafkan. Maka sebelum memaafkan, ampunilah dulu diri anda sendiri sebab tanpa mengampuni diri sendiri, anda tidak akan bisa menikmati indahnya syukur.

Kenyataanya, ada banyak orang yang merasa telah menjalani hidup dengan baik dan benar, tapi mereka tetap diliputi rasa takut dan khawatir terhadap kemiskinan. Banyak masalah yang menimpa rumah tangga mereka, juga masalah-masalah lain yang terus menghantui. Hal ini bisa terjadi karena mereka belum bisa memaafkan, yang juga berarti mereka belum bisa mengampuni diri sendiri.

taken from : here


"Ampuni dirimu, maka kamu telah memaafkan. Memaafkan diri sendiri juga berarti memaafkan orang lain."

Dalam artikel “Buanglah Bagasimu, telah banyak orang yang merasakan kebebasan, tapi banyak pula dari pembaca yang masih merasakan beban di pundaknya. Maka ambilah langkah memaafkan dengan mengampuni diri sendiri terlebih dahulu.

Lantas apa yang perlu diampuni? Mudah sekali, yaitu apa yang selalu menjadi pikiran anda saat ini, sebutkan, kemudian ampunilah keberadaannya, sadari bahwa semua itu sudah terjadi dan hanya dimiliki oleh masa lalu, dan itu hanya berguna untuk masa lalu. Hidup Anda adalah sekarang, rumah anda adalah di sini, bukan di masa lalu. Segala sesuatu sedang terbentang di saat ini sekarang ini. Dengan memaafkan, maka anda sedang hidup untuk saat ini. Jika anda belum bisa memaafkan, maka anda hidup untuk masa lalu. Anda ada di sini tapi diri anda ada dimasa lalu….itu akan memunculkan perasaan-perasaan yang mencabik-cabik Anda.

"Maafkan segala sesuatunya, apapun itu, maafkan. Karena dengan begitu, anda selaras dengan hidup ini. Kelimpahan kemakmuran dan kesejahteraan serta kebahagiaan tidak berada di masa lalu ataupun di masa depan, tapi alamatnya ada di sini sekarang juga. Dan hal itu bisa terjadi jika Anda bisa mengampuni dan memaafkan apapun adanya diri anda saat ini di sini."

Dengarkan suara dalam kepala anda saat ini. Jika di sana masih ada penilaian dan penghakiman, menilai warna baju saudara atau teman, menilai sikap pejabat di berita TV semalam, dll, berarti anda masih belum mengampuni, dan anda belum bisa memaafkan. Belum ada keselarasan antara apa yang ada di dalam diri dengan apa yang ada di luar diri.

Tidak peduli apapun itu, ampuni dan maafkan. Anda masih mungkin mengungkapkan apa yang membuat Anda kesal dan kecewa, tapi anda sudah tidak akan merasakan berat lagi di dalam, tidak ada sesuatu yang membekas lagi akan masa lalu. Hmm….maafkan saja ya…

Anda tahu tentang cerita masa kecil Oprah Winfrey ? …hmm…kita mungkin tidak mengalami hal seberat dia, tapi ada pelajaran hebat dari kisah hidupnya : ketika kita bisa mengampuni diri sendiri dan memaafkan, kita benar-benar selaras dengan alam semesta, kita benar-benar terang dalam melihat hidup ini, daya memaafkan sungguh akan membawa anda kepada kemudahan dan suka cita hidup. Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang orang-orang hebat lainnya yang di masa lalu mengalami hal yang sulit di terima. Namun karena mereka bisa mengampuni dan memaafkan, mereka tumbuh menjadi pribadi luar biasa.

Memaafkan juga sangat efektif membantu kita dalam mengambil keputusan. Hanya hati yang jernih yang menuntun kita melakukan tindakan tepat. Sebab bagaimana mungkin anda mampu mengambil keputusan tepat, dan bagaimana pula anda bisa mengarahkan anak panah ke sasarannya jika anda belum bisa memaafkan diri sendiri, belum bisa menerima saat ini sebagaimana adanya.

Hanya situasi serba salah yang akan terus mendera jika anda belum bisa memaafkan. Maka maafkan dirimu dengan memaafkan semua hal. Semua situasi dan kondisi apapun itu maafkan. Tidak perlu anda ikut mencela pejabat korup yang anda lihat di TV, tidak perlu anda mengumpat kendaraan bermotor yang melaju kencang, juga tidak perlu anda menggerutu akan masa lalu ataupun masa depan orang lain, maafkan saja.


Terimakasih... mohon maaf lahir batin.


19 komentar:

  1. Mina dan Udin bersin-bersin
    Minal aidin wal faidzin

    BalasHapus
  2. Taqaballahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri 1431 H. Moghon maaf lahir dan bathin.

    BalasHapus
  3. اَللّهُ
    اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ
    اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْ

    Minal Aidin Walfa'idzin ,,
    ...Slamat Idul Fitri 1431 H Mohon Maaf Lahir & Bathin

    BalasHapus
  4. mohon maaf lahir dan bathin a Ros :)

    BalasHapus
  5. me : mampir... mengucapkan minal aidin wal faidzin ya
    pemiliki blog : lho kan belum pernah kenal? gimana sih!? kok ujug-ujug minta maaf?
    me : iya, makanya belum kenal ni minta maaf. sapa tau bisa kenal terus semakin kenal makin banyak frekuensi salah yang di hasilkan. makanya minta maaf duluan ^_^ lagi pula mumpung lebaran juga
    pemilik blog : maksud tersembunyi lainnya?
    me: ninggalin jejak kalau pernah mampir kesini hohohoho

    happy blogging dan sukses selalu..

    BalasHapus
  6. renungan yang sangat indah mbak... salam kenal juga... selamat idul fitri.. mohon maaf lahir dan batin...

    BalasHapus
  7. Selamat berlebaran di 1 Syawal 1431 h ini, semoga kita mendapatkan kemenangan dan kemballi ke fitrah kita sebagai manusia… Amin

    BalasHapus
  8. Untuk salah yg pernah Ada , khilaf yg sempat terucap, copy paste tanpa ijin dari blog sobat , Pintu maaf selalu kuharap,
    Selamat Idul Fitri .. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum.
    Mohon maaf lahir dan batin .

    BalasHapus
  9. Selamat berlebaran di 1 Syawal 1431 H, maaf lahir dan batin. Salam

    BalasHapus
  10. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin...

    Maaf banget baru bisa mampir lagi....

    BalasHapus
  11. maaf lahir batin, Osi sayang ....
    tulisanmu dalem

    BalasHapus
  12. he..he..he Penasaran Ya ..ya sedikit banyak aku dah pernah tau situ....minal aidin wal faizin ya....salam dongkrak antik...

    BalasHapus
  13. oke bozzzz.numpang blogroll donk embak.biar aku banyak teman, nanti tak liks balik..endak ni cuma blog baru kebetulan teman ngajari jadi ya aku coba buat buat ngisi waktu luang...Ya sama2 maap lair bhatin juga dari dongkrak antik

    BalasHapus
  14. Wahh terenyuhh nihh.. hehhe
    Minal Aidin wal faidzin ya gann.. met kena ajah..

    BalasHapus
  15. mampir nih kali22 ja masihg ada kueh lebarannya

    BalasHapus
  16. Memaafkan diri sendiri memang paling sulit ya? Selamat Idul Fitri ya mbak! Maafin kalo jarang main kesini, hehe...

    BalasHapus
  17. suwe ora jamu
    jamune godhong telo

    masiyo wes suwe ora ketemu
    aku tetep njaluk sepuro

    mbok menowo, biyen ono salah sing ora disengojo

    BalasHapus
  18. @ to all commentators : mohon maaf lahir batin juga buat semua khilaf yang tak disengaja...

    @ mba annie : posting ini tulisan ali waringin mba.

    @ dongkrek antik : makin sukses ya, sob

    @ eka : trims kunjungannya, jauh2 dari kalimantan ;p

    BalasHapus
  19. sami2...

    walaupun share tulisannya ali waringin ini bagus, tapi aku penggemar tulisan aslimu ros,..:D
    sering2 nulis ya,pasti kubaca,..sekalian aku belajar nulis di blog,..susah ternyata...

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.