Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

29/10/10

Have You Ever Really Loved A Woman ?

by : Bryan Adams


To really love a woman
To understand her , you gotta know it deep inside
Hear every thought , see every dream
And give her wings, when she wants to fly
Then when you find yourself lyin' helpless in her arms
You know you really love a woman

When you love a woman you tell her
that she's really wanted
When you love a woman you tell her that she's the one
she needs somebody to tell her
that it's gonna last forever
So tell me have you ever really loved a woman?

To really love a woman
Let her hold you,
til ya know how she needs to be touched
You've gotta breathe her, really taste her
Til you can feel her in your blood
And when you can see your unborn children in her eyes
You know you really love a woman

When you love a woman
you tell her that she's really wanted
When you love a woman you tell her that she's the one
she needs somebody to tell her
that you'll always be together
So tell me have you ever really ever loved a woman?

You got to give her some faith, hold her tight
A little tenderness, gotta treat her right
She will be there for you, takin' good care of you
Ya really gotta love your woman...



25/10/10

Bonjour les amis ...

Bonjour les amis... Selamat pagi kawan, apa kabar?

Semoga semangkuk bahagia dan secangkir kasih mewarnai lembaran langkah kita. Kemarin adalah sejarah, hari esok belum lagi terangkai. Di hari inilah kita siapkan kanvas dan kuas untuk mewarnai mozaik kita.

Selamat pagi langit ? Moga birumu menaungi kalbu kami yang kemarau. Keringkan galau di tiap jengkal langkah yang berjelaga. Sebarkan hangat dalam balutan awan yang menyimpan hujan tak mengenal musim.

Selamat pagi angin? Kuharap belaimu sejukkan jiwa-jiwa yang penat, bebaskan nafas cinta yang terpendam bersama Teracotta. Membangunkan kuncup mimpi yang tertidur, lantas menyemikan kembali harap yang tergadaikan oleh ego.Rata Penuh
Selamat pagi embun, rumput, dan daun-daun... dari selaksa sibuk yang kuteguk, membaui harum-mu kan selalu kurindu, membuai sukmaku dalam pagi yang syahdu. Mengisi rongga jiwa yang semula mengeras dengan butiran syukur tanpa batas.

Selamat pagi matahari, sapamu menggulung malam yang temaram, redakan badai di ujung hari. memandu anak-anak adam yang bersiap mencangkuli bumi.

Selamat pagi, hati, Kabar baikmu kutunggu hari ini...

Bonjour les amis, Que Dieu bénisse...

18/10/10

MENGHARGAI SEBUAH PROSES


Bumi terus merotasikan waktu. Siang, malam, merangkai lembar demi lembar sejarah anak adam dengan berjuta cerita. Ada yang singgah, ada pula yang pergi, ada yang berlalu begitu saja tanpa membekas di hati. Namun kenangan demi kenangan itulah yang mewarnai mozaik kita. Dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang sama.


Terkadang kita ingin waktu berputar menjejak masa lalu. Kita ingin memperbaiki keadaan, mencegah hal yang seharusnya tak dilakukan, mengerjakan apa yang seharusnya sejak dulu dilakukan. Ya, sesal selalu datang di belakang...


Namun bukankah dari situ kita bisa belajar tentang hidup? Belajar menjadi bijak... belajar menjadi dewasa... belajar untuk lebih bersyukur. Karena mungkin saja tanpa sadar kita terlalu menuntut kepada Tuhan. Kita selalu mengeluh tentang apa-apa yang terjadi. Kita jarang memahami maknanya bagi jiwa, bagi hidup. Maka segala episode yang terlalui, sedih, kecewa, terluka, ataukah bahagia, semestinya bisa menjadi pelajaran buat hari esok yang menyimpan tanya.


Kemarin adalah sejarah, besok belum lagi terlewati, di sini... di detik kita bernafas, di saat inilah kita tinggal. Kita warnai Kanvas yang telah disiapkan. Menjadi merah, hijau, ungu atau kelabu kitalah pemegang kuasnya, kitalah sang Claude Monet. Hanya saja, memang setiap komposisi yang kita tuang mengandung konsekuensi. Setiap langkah dan pilihan mengandung hasil. “Setiap aksi, ada reaksi”, begitu rumusan hukum ke III Newton empat abad silam. Bahkan jauh seribu tahun sebelumnya, Quran telah mewahyukan bahwa Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka berikhtiar mengubah keadaannya.



Namun tentu bukan otoritas kita menentukan bagaimana kelak design akhirnya. Tugas kita hanyalah bersungguh-sungguh dalam ikhtiar, kemudian memasrahkan hasilnya pada Sang Pembuat Design Kehidupan. Pasrah dan ridha. (mudah-mudahan kita mampu melakukannya, amin)


"Hidup dan nasib bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadis. Namun tiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah design holistik yang sempurna. Menerima kehidupan, berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan." {Andrea Hirata diinterpretasikan dari pemikiran Harun Yahya}

Menghargai sebuah proses. Saya kira begitulah intinya. Bagaimana kita mampu menghargai detik demi detik yang kita lewati, tiap helaian nafas yang kita hembuskan, setiap pertemuan yang mengajari kita tentang kehidupan, jua setiap tetes usaha yang kita jalankan.


Hidup ini ibarat ladang. Mau ditanami apapun terserah diri kita. Mau dibiarkan kering tak tergarap juga itu urusan masing-masing. Akan tetapi ketika kita menanam dan merawat ladang itu, lakukanlah dengan sepenuh hati, dengan semaksimal mungkin. Dengan benih yang terbaik, dengan pengairan yang cukup, dengan pupuk yang proporsional. Perkara nanti hasilnya berlimpah atau tidak, itu sudah di luar kewenangan kita. Ada Dzat yang lebih Kuasa menentukan perkara-Nya. Kita hanya mampu melakukan yang terbaik, ikhtiar yang maksimal, dan menikmati setiap proses itu. Kalaupun nanti hasilnya banyak ya syukur, kalaupun sedikit ya tak kecewa sebab kita telah menghargai tiap titik keringat demi merawat ladang tadi.


Sebab tujuan akhir kita bukanlah pada hasil semata. Gimana dengan anda ?



picture is taken from here