Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

26/04/11

LOWONGAN KERJA

DIBUTUHKAN TUTOR FISIKA, KIMIA, MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS UNTUK SMP/SMA DENGAN KUALIFIKASI :

  1. S1/S2 ATAU MAHASISWA SESUAI BIDANG YANG DILAMAR
  2. BERDOMISILI DI WILAYAH MADIUN
  3. MENGUASAI MATERI SESUAI KURIKULUM
  4. MAMPU BERKOMUNIKASI DENGAN BAIK
  5. BERPENGALAMAN LEBIH DIUTAMAKAN
  6. BERSEDIA MENJALANI TES

BAGI ANDA YANG BERMINAT SILAHKAN MENGIRIMKAN LAMARAN LENGKAP DAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP KE :

LBB BRILLIANT COURSE

JL. SEMONGKO NO. 5 MADIUN (SEBELAH SELATAN LAP. GULUN MADIUN)

TELP. 0351 7798527/ CP : ROSI ( 087858241227)

19/04/11

Kejujuran yang Terasing

Jam 2.30 dini hari. sudah sejak sejam lalu saya terjaga. Wajah-wajah murid-murid saya tadi sore masih berputar-putar memenuhi labirin pikiran yang terjebak antara dua dimensi : kantuk dan terjaga.

Pagi nanti hari kedua UN (Ujian Nasional; red). Yang duduk di kelas 3 masih berjibaku dengan soal-soal yang dianggap oleh sebagian mereka sebagai ladang pembantaian. Hingga, harus meloloskan diri sekuat tenaga dengan berbagai cara licik dan picik demi lolos dari sana. Yah, itu yang paling tidak saya tangkap dari cerita, dan keluh kesah mereka.


Ada apa sebenarnya dengan UN ? Bukankah UN hanya sebagian kecil dari fase yang harus dilewati semua kalangan. Saya, anda, siapapun juga yang mengenyam bangku pendidikan SMA pastilah melewati masa-masa itu. Tapi kenapa UN begitu menguras tenaga? Dijadikan momok? Hingga sekolah, komite, sampai dindik bekerjasama membentuk “tim sukses” untuk meloloskan siswanya. “tim sukses” yang akan menempuh berbagai cara, bergerilya, membuat kunci jawaban,mengatur formasi tempat duduk siswa pandai dan siswa bodoh untuk mengelabuhi pengawas, mengajari trik-trik tidak jujur... entah apa lagi.


Sadarkah anda adalah para pendidik yang bertanggung jawab terhadap siapa dan bagaimana yang anda didik ?

Toh tidak lulus UN juga bukan akhir dunia... sekali lagi ia hanyalah satu dari berbagai fase episode sekolah. Salut sekali ketika membaca tulisan A. Fuadi yang mendeskripsikan bagaimana pesantren Gontor menyiapkan Ujian sebagai sebuah “pesta” yang harusnya disambut dengan luapan semangat meneguk ilmu seperti orang yang dahaga. Semua santri belajar; di kamar, di antrean toilet, di aula, di masjid, di lantai menara, dimana-mana... hanya aura belajar yang terpancar. Seperti cahaya yang berpendar. Bukankah ilmu itu cahaya?..... lantas kenapa enggan menjemput ilmu itu? Malah menganggapya seperti musuh besar... yang ladang peperangannya kausebut Ujian Nasional ?

Miris rasanya mendengar dari kuping saya sendiri bagaimana murid-murid saya seharian berkeluh kesah tentang susahnya mencontek teman yang pandai, atau betapa enaknya si Anu mendapat jawaban instan dati si Ona. Atau dengan bangganya bisa mengelabuhi pengawas pas mencontek si Inu. Lalu dengan entengnya mengatakan, “dengan Cuma percaya pada diri sendiri apa bisa ngerjain soal?” ... Duh Gusti.... bagaimana pikiran pesimis akut itu bisa menggerogoti jiwa-jiwa muda yang harusnya penuh gairah akan potensinya? Tidak sadarkah pesimisme, ketakutan, ketidakjujuran itulah yang membangun jati diri mereka kelak?

Rasa-rasanya ingin “muntab” melihat sendiri bagaimana anak-anak muda itu begitu acuh tak acuh terhadap arti “kejujuran”. ...Klise; kata mereka. Rasanya ibarat hidup di zaman yang terasing. Ketika kebijakan sudah tidak lagi ditemui di sumur hati manusia. 10 atau 20 tahun lagi, merekalah yang memegang tonggak zaman. Mau jadi apa negeri ini? Saya tidak sanggup membayangkannya.....


(catatan hati seorang tutor...)




17/04/11

Travelling the time..

Mencoba mengawali medio April ini dengan semangat yang belum sepenuhnya terbangun. Rasanya sudah lama sekali tidak “membangunkan” gairah blog ini. Beberapa kali hanya posting lirik lagu yang kebetulan senada dengan apa yang lagi saya rasakan, hmmm malu juga kalo Cuma copas lagu melulu…


Baru-baru ini saya iseng mengubah gaya template yang biasanya full nuansa black n white atau ngga gitu abu-abu. Akhirnya ketemu sama template cokelat dengan heading menara Eiffel dan traveling theme. Wew, buat saya ini cukup mengingatkan saya tentang kotak mimpi ber-backpacing ria untuk menikmati masa lajang dulu.

Sekarang kondisinya tentu berbeda, saya uda menikah dan tidak bisa seenaknya melancong kesana kemari sendirian hehe… Apalagi suami bukan tipikal “nekatmen” yang bisa diajak naik turun gunung atau “nggembel” dari kota ke kota hihi (ups, sorry, my man..!!!!)

Hm, paling engga spirit mimpi traveling dari template blog ini sudah sedikit banyak menghapus kesedihan karena kehilangan calon janin saya beberapa minggu lalu. (itu setelah dokter memvonis calon janin saya ngga bisa tumbuh dan harus dikuret). Saya sadar ngga boleh terus larut begini, life goes around...

Yah, siapa yang bakal tahu kemana hidup akan berjalan, atau kemana hari akan mengalir… hanya waktu… seperti kata Enya. Dan mudah-mudahan kata-kata ajaib ini juga bisa membangkitkan spirit anda... let’s traveling the time.

09/04/11

only time


by Enya

(To the love that has passed away...)

Who can say where the road goes, 
Where the day flows,
only time? 

And who can say if your love grows, 
As your hearth chose, 
only time? 

Who can say why your heart sights, 
As your live flies, 
only time? 

And who can say why your heart cries 
when your love lies, 
only time? 

Who can say when the roads meet, 
That love might be ,in your heart? 
and who can say when the day sleeps, 
and the night keeps all your heart? 

Who can say if your love groves, 
As your heart chose, only time? 
And who can say where the road goes 
Where the day flows, only time? 

Who knows? 
Only time ...