Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

17/03/12

Mulutmu, Harimau-mu

Banyak yang mengatakan, perempuan dengan segala keistemewaannya telah dikaruniai satu hal yaitu “suka bergosip”. Betul tidak? Hehe mungkin tidak semuanya sependapat dengan silogisme saya. Entahlah, namun tiap kali segerombol perempuan berkumpul ada saja yang dibicarakan. Mulai dari menu masakan hari ini, fashion terbaru, make up, mobil tetangga, atasan yang galak sampe harga cabe di pasar, bla bla bla nggak ada habisnya. Kalau tidak terkontrol, bisa saja obrolan kemudian mengarah ke ranah pribadi yang tidak selayaknya dijadikan konsumsi publik. Yah, meskipun terkadang kita sudah kasih mukadimah, “.... tapi jangan bilang siapa-siapa ya jeng?” Toh bisa ditebak akhirnya sekabupaten akan tahu semua.

Jamak kita jumpai seseorang dipolisikan gara-gara komentarnya di media televisi menyinggung orang lain. Ada juga yang salah menulis status di facebook lantas dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik. Begitulah rumitnya jika sudah berurusan dengan lisan. Maka nggak salah jika ada pepatah, “mulutmu harimau mu”.

Nah, soal berbagi/ curhat hal pribadi ada baiknya kita pilih orang yang benar-benar kita percaya. Kalau bisa orang terdekat seperti saudara atau orang tua, bisa juga orang lain yang bersedia mendengar sekaligus memegang amanah. Dan ini susah-susah gampang lho.

Saya sempat tidak habis pikir kenapa sebagian teman saya sesama perempuan lebih menyatakan nyaman memilih teman prianya sebagai tempat curhat. Kata mereka sih lelaki lebih mudah dipercaya, ngga “ember”, lebih mau mendengar, lebih dewasa, lebih ngayomi, pokoknya lebih enak lah. Apa benar seperti itu? Lantas apakah kebanyakan perempuan berarti bersifat sebaliknya?

Padahal jika telah menikah perempuan adalah telinga bagi suaminya, penyejuk bagi keluarganya. Jika sang suami hendak berbagi keluh dan kesah kemana lagi kalau bukan kepada sang istri? Jika si anak hendak berceloteh tentang warna-warni dunianya, kemana pula jika bukan kepada sang bunda? Tidak miriskah kita jika mereka harus mencurhatkan urusan pribadinya pada media sosial semacam facebook?

Maka disanalah ketrampilan sekaligus kesediaan untuk mendengar dan menjaga apa yang didengar hendaknya dimiliki oleh setiap perempuan. Tanpa bermaksud menggurui, tapi intinya jangan sampai istilah (maaf) “ember” digeneralisasikan kepada semua perempuan. Setiap apa yang kita dengar, setiap apa yang kita lihat, tak harus lah kita sebarkan kepada dunia.

Kebiasaan buruk teman dekat yang tidak pantas diketahui orang lain, cukup kita saja lah yang tahu. Pun ketika secara tidak sengaja kita mendengar aib seorang ‘alim maka sebisa mungkin berita itu cukup berhenti di telinga kita. Apalagi kekurangan suami, sebisa mungkin kita tutupi. Karena bukankah membuka aib pasangan, ibarat menodai wajah kita sendiri?

Jujur saya pribadi juga sering tergoda untuk membicarakan atau menanyakan kabar-kabar negatif tentang orang lain, padahal kita sendiri pun kalau digunjingkan tentang hal yang tidak sedap tentu bakal merasa sangat tidak nyaman.

Maka saya pun akhirnya lebih memilih menulis sebagai sarana untuk mengeluarkan apa yang terlintas dalam pikiran, tersirat di dalam jiwa. Resah, gelisah, marah, kecewa. Hanya saya, pena dan kertas.

Marah kepada suami, penalah yang menjadi teman curhat saya. Galau dengan kondisi, kertaslah yang menemani keluh kesah saya. Berselisih faham dengan orang lain, lagi-lagi tulisanlah yang membantu saya melalui semua itu. Karena saya tahu mereka dapat dipercaya. Dan saya yakin, aktivitas menulis membantu kita menstrukturkan setiap pecahan masalah ke dalam susunan matriks yang jelas, nir abstrak. Kalau sudah begitu, segala masalah yang tampaknya rumit bakal lebih jelas dan terang.

Pada akhirnya menemukan seseorang yang pandai menjaga kepercayaan apalagi suatu aib memang bukanlah perkara mudah.

Mudah-mudahan kita bisa belajar untuk lebih hati-hati dalam menjaga lisan.

2 komentar:

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.