Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

23/04/16

Indoor Activities with Toddlers

"We don't remember days,... we remember moments" (Cesare Pavese)

Sekolah pertama dan utama seorang anak adalah keluarganya. Baik si ibu bekerja atau tidak,  anak tetap memiliki hak untuk mendapatkan mentoring  terbaik dari orangtua. Tinggal bagaimana kita mengatur waktu dan aktivitas agar kebersamaan dengan anak jadi berkualitas. Bagi orangtua yang tidak mau terlalu dini memasukkan balita-balitanya ke sekolah (paud, TK, taman bermain, dan sejenisnya) ada banyak pilihan kegiatan edukatif yang sebenarnya bisa dilakukan bersama si kecil di rumah. 

Saya sendiri ibu pekerja yang memiliki dua balita. Postingan kali ini berisi beberapa aktivitas sederhana tetapi cukup menyenangkan yang sering kami lakukan di rumah. Si embak Laras 3,5 tahun dan si adik Jihan 1,5 tahun.

Pada foto di bawah, embak sedang mengerjakan proyek membuat kartu ucapan. Saya membantu  menggunting dan mengarahkan, embak yang menempel pola-polanya. 










Yang berikut ini : membuat hiasan untuk gantungan pintu. Embak bisa sekaligus belajar mengenal bentuk, warna, dan ketelatenan ketika menempelkan dua pola yang kongruen. Sekalian dikenalkan nama pola tadi dalam bahasa Indonesia atau bahasa-bahasa lain. Bahannya mudah saja : kertas origami warna-warni, kertas motif, pita meteran, lem.




Lalu meronce kalung dan gelang dari sedotan dan manik-manik. Bahannya  : sedotan warna-warni, manik-manik atau kancing aneka bentuk, senar untuk gelang atau pita meteran. Aktivitas ini mengajarkan balita tentang kesabaran, mengenalkan warna dan pola.



Yang di bawah ini embak sedang asyik dengan proyeknya membuat kolase. 












Dan akhirnya... bagian bottom lemari baju ini  jadi semacam wall art untuk menempelkan hasil karya si embak.




Membuat pigura sederhana untuk foto juga bisa menjadi pilihan aktivitas menyenangkan bersama anak-anak.  Si kecil pasti suka. Kita hanya membutuhkan : kertas lipat aneka warna, pita meteran, kertas bufalo, foam/kardus untuk rangka pigura, lem dan double tip. Kreasi terserah kita.






Kalau yang di bawah ini hasil kreasi ibunya (maaf numpang tampil hihihi ..).  Memanfaatkan botol bekas bedak bayi, potong di beberapa sisi lalu cover dengan kertas motif. Jadilah tempat untuk men-charge hape yang bisa digantungkan di dinding. Belajar merecycle barang bekas, mengajarkan anak untuk kreatif dan cinta lingkungan.




 

Saya yakin hampir semua ibu merasakan bahwa mengajari balita di rumah butuh kesabaran ekstra sekaligus kreativitas agar anak tidak bosan, apalagi jika memiliki lebih dari satu orang balita. Dan buat saya, tantangan  ketika mengajar anak di rumah, selain harus mengarahkan proyek yang akan dikerjakan bersama si embak, adalah "mengamankan" adiknya. jadi si adik juga harus diberi kesibukan, ikut diajak mewarnai, bermain puzzle, dll, seperti ini...









Aktivitas indoor lainnya...


"pasaran"




 memindahkan biji kacang/ kancing di wadah


 mainan tepung... 


main piano


Sebagai catatan, tidak semua proyek yang saya kerjakan terutama bersama dengan si embak langsung  jadi dalam satu hari. Kalau embak sudah bosan atau rewel, atau adiknya sedang tidak bisa diajak belajar bareng, ya mau tidak mau saya harus pending dulu. Lanjut besok hari atau waktu-waktu longgar dan embak minta belajar. 

Menurut saya pilihan aktivitas untuk anak balita juga tidak perlu membedakan gender. Seringkali kita orang dewasalah yang mendikotomikan kalau anak perempuan harusnya bermain boneka, atau menggambar bunga, sedangkan anak laki bermain bola, menggambar kapal dsb. Padahal saya kira itu hanya label dari kita para orang dewasa. Semakin banyak dan variatif stimulus aktivitas yang kita berikan, kemampuan anak juga akan kian berkembang. Lagipula saat ini banyak kaum lelaki yang menjadi chef profesional, jadi urusan bumbu dapur bukan hanya perlu dikenalkan pada anak perempuan saja kan? Banyak juga kaum wanita yang menekuni bidang teknik maupun arsitektur, jadi tidak ada salahnya mengajari mereka menggambar mobil, kapal, pesawat, bahkan bermain bola.

Oya, tidak semua proses aktivitas juga bisa saya rekam dalam ponsel karena tahu sendiri kan, mengarahkan dan mengamankan dua balita sekaligus membutuhkan energi serta perhatian yang ekstra hehehe... 

Sejauh ini saya belajar menikmati semuanya. Capek, lelah, ya sudah pasti lah, tapi itu bagian dari kehidupan saya sebagai ibu untuk saat ini. Jadi pada anak-anak itulah sebenarnya saya sedang berguru dan belajar... berguru tentang kesabaran, belajar untuk memaafkan, dan belajar untuk terus menambah ilmu dan wawasan. 

Terimakasih sudah membaca.