Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

18/10/10

MENGHARGAI SEBUAH PROSES


Bumi terus merotasikan waktu. Siang, malam, merangkai lembar demi lembar sejarah anak adam dengan berjuta cerita. Ada yang singgah, ada pula yang pergi, ada yang berlalu begitu saja tanpa membekas di hati. Namun kenangan demi kenangan itulah yang mewarnai mozaik kita. Dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang sama.


Terkadang kita ingin waktu berputar menjejak masa lalu. Kita ingin memperbaiki keadaan, mencegah hal yang seharusnya tak dilakukan, mengerjakan apa yang seharusnya sejak dulu dilakukan. Ya, sesal selalu datang di belakang...


Namun bukankah dari situ kita bisa belajar tentang hidup? Belajar menjadi bijak... belajar menjadi dewasa... belajar untuk lebih bersyukur. Karena mungkin saja tanpa sadar kita terlalu menuntut kepada Tuhan. Kita selalu mengeluh tentang apa-apa yang terjadi. Kita jarang memahami maknanya bagi jiwa, bagi hidup. Maka segala episode yang terlalui, sedih, kecewa, terluka, ataukah bahagia, semestinya bisa menjadi pelajaran buat hari esok yang menyimpan tanya.


Kemarin adalah sejarah, besok belum lagi terlewati, di sini... di detik kita bernafas, di saat inilah kita tinggal. Kita warnai Kanvas yang telah disiapkan. Menjadi merah, hijau, ungu atau kelabu kitalah pemegang kuasnya, kitalah sang Claude Monet. Hanya saja, memang setiap komposisi yang kita tuang mengandung konsekuensi. Setiap langkah dan pilihan mengandung hasil. “Setiap aksi, ada reaksi”, begitu rumusan hukum ke III Newton empat abad silam. Bahkan jauh seribu tahun sebelumnya, Quran telah mewahyukan bahwa Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka berikhtiar mengubah keadaannya.



Namun tentu bukan otoritas kita menentukan bagaimana kelak design akhirnya. Tugas kita hanyalah bersungguh-sungguh dalam ikhtiar, kemudian memasrahkan hasilnya pada Sang Pembuat Design Kehidupan. Pasrah dan ridha. (mudah-mudahan kita mampu melakukannya, amin)


"Hidup dan nasib bisa tampak berantakan, misterius, fantastis dan sporadis. Namun tiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah design holistik yang sempurna. Menerima kehidupan, berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan." {Andrea Hirata diinterpretasikan dari pemikiran Harun Yahya}

Menghargai sebuah proses. Saya kira begitulah intinya. Bagaimana kita mampu menghargai detik demi detik yang kita lewati, tiap helaian nafas yang kita hembuskan, setiap pertemuan yang mengajari kita tentang kehidupan, jua setiap tetes usaha yang kita jalankan.


Hidup ini ibarat ladang. Mau ditanami apapun terserah diri kita. Mau dibiarkan kering tak tergarap juga itu urusan masing-masing. Akan tetapi ketika kita menanam dan merawat ladang itu, lakukanlah dengan sepenuh hati, dengan semaksimal mungkin. Dengan benih yang terbaik, dengan pengairan yang cukup, dengan pupuk yang proporsional. Perkara nanti hasilnya berlimpah atau tidak, itu sudah di luar kewenangan kita. Ada Dzat yang lebih Kuasa menentukan perkara-Nya. Kita hanya mampu melakukan yang terbaik, ikhtiar yang maksimal, dan menikmati setiap proses itu. Kalaupun nanti hasilnya banyak ya syukur, kalaupun sedikit ya tak kecewa sebab kita telah menghargai tiap titik keringat demi merawat ladang tadi.


Sebab tujuan akhir kita bukanlah pada hasil semata. Gimana dengan anda ?



picture is taken from here



22 komentar:

  1. hehehe....amien....

    BalasHapus
  2. "Sebab tujuan akhir kita bukanlah pada hasil semata" aku mencoba menegaskan ungkapan diatas, yang mungkin maksudnya hasil bukanlah yg utama, tapi yang dilihat adalah seberapa besar "usaha" yg kita lakukan dalam menggapai suautu keinginan :)

    BalasHapus
  3. butuh proses juga untuk bisa benar-benar menghargai sebuah proses...

    butuh pengalaman nyata yg harus dialami,terutama pengalaman gagal,untuk tahu apa itu sebuah proses..:D

    BalasHapus
  4. bagus sekali, memang betul,
    semua membutuhkan proses. dan kita juga tidak boleh menyerah, kadang lama kadang lebih lama lagi.
    tapi semua akan tetep mempunyai akhir.
    Bali Villas Bali Villa Villas in Bali

    BalasHapus
  5. @ anonim : ya uda amin aja

    @ aulawi : gimanapun nanti hasil akhirnya, yang penting qt uda usaha, dan qt ngga akan menyesal...

    @ eka : yup perlu proses untuk bisa belajar menghargai proses ;p

    @ bali properties : mudah2n akhir yang indah, sobat

    BalasHapus
  6. cobalah kalian liat, kalian pahami, bagaimana bs seekor ulat yg membuat kita jijik, takut, tp lambat laun menjelma menjadi seekor kupu2 yg indah.

    itulah proses, byk sekali perjuangan dan rintangan yg dihadapi oleh si ulat utk bs menggapai impiannya...

    BalasHapus
  7. belajarlah seakan-akan tidak mempunyai tujuan atau target akhir biar kita akan selalu terus dan terus belajar tanpa henti, tenpa akhir hinggal akhir hayat karena hidup itu adalah suatu pembelajaran

    BalasHapus
  8. keren banget komentnya penghuni60...hehehe..amien

    BalasHapus
  9. Memang hidup tak selamanya memberikan jalan yg mulus kepada kita. Namun, dengan semua itulah kita bisa berproses menuju tujuan akhir kita.
    Nice post mbak...

    BalasHapus
  10. @ penghuni60 : proses mmetamorfosis yang luar biasa indah..

    @ exort : karena hidup adalah proses belajar, hm saya sependapat

    @ catatan kecil : ang penting ngga patah seangat dan always be positive ya mbak..

    BalasHapus
  11. menikmati proses...ini penting, mengingat karena terlalu bernapsu pada hasil kadang proses menjadi semacam beban.

    BalasHapus
  12. mbak rosi...semoga bahagia ya....salam untuk Ali WaRingin....

    BalasHapus
  13. ya Mbak
    setuju

    Proses lah yang lebih penting

    BalasHapus
  14. Semua butuh proses...

    Setuju dengan kalimat *menghargai sebuah proses*
    karena pencapaian sesuatu itu membutuhkan proses, tidak bisa instan.

    Apalagi Proses juga menjadi tolak ukur seberapa besar usaha kita untuk bisa merai apa yg semestinya ingin diraih.

    BalasHapus
  15. Sepakat sekali bahwa "Menerima kehidupan, berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan."

    BalasHapus
  16. waktu menutupi kenyataan akan keindahan hidup, karena Waktu aku selalu melihat bahwa kebahagiaan, kesuksesan hanya ada di masa depan...sementara keindahan dan kelimpahan hidup yang sedang di bentangkan saat ini tidak pernah bisa aku syukuri, karena aku sulit melihatnya....

    BalasHapus
  17. yang penting adalah prosesnya ya bung,,,setujuh

    BalasHapus
  18. a vip : yah, mengalir saja dan menghargai setiap action yang uda dilakukan, insyaallah hasil bakal senilai sama usaha kita hehe

    BalasHapus
  19. elsa, phonank : thanks sudah berkunjung

    kiki : itu quote favorit saya hehe

    tri matra : huffff, saya lebih senang dipanggil mbak daripada bung....

    BalasHapus
  20. hidup itu adalah sebuah proses, yang terpenting adalah belajar dari proses yang sudah kita jalani..he.he

    BalasHapus
  21. proses kadang kala membuat kita nyerah dan putus asa tapi dibalik semua itu ada hikmah yg dapat di peroleh bagi kita..........amin

    Bali Prewedding Photography, Bali Photography, Bali Wedding

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.