Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

31/10/08

The CoLouR Of LiFe

Begitu banyak peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Tiap episode hidup kita jalani seiring roda jaman yang terus berputar. Kadang di atas kadang di bawah. Potret-potret jamak tiap manusia di sekitar kita tentulah banyak memberikan pelajaran kalau saja kita mau merenung. Tak jarang kita temui hal-hal yang kadang di luar nalar dan logika tetapi nyata dalam realita.
Saya mempunyai seorang saudara sepupu, usianya terpaut 2 tahun dengan saya, dia masih muda, cantik, pandai, dari keluarga berada pula. Pernah jadi anggota Paskibraka di Istana Merdeka, bahkan produser pun jeli meliriknya jadi model iklan produk kecantikan. Secara logika, banyak orang yang akan berpendapat betapa lengkaplah kehidupan sepupu saya tadi, gimana engga she has everything, she gets anything she wants. Tapi kabar yang saya terima beberapa waktu belakangan ini sungguh membuat saya heran. Dia keluar dari kerjaannya di salah satu hotel ternama di dekat Kute, jadi sering keluyuran ngga jelas tujuan, berhari-hari ngga pulang ke rumah, orang tuanya pun kayaknya uda kehabisan akal buat mengontrol anak yang dulu jadi kebanggaan keluarga ini.
Saya benar-benar ngga habis pikir, sebenarnya apa yang dia cari di luar sana, fasilitas, keluarga, uang, semua dia punya. Tetapi ternyata dia masih belum puas dan lebih memilih jalan lain…...

Lain lagi dengan seorang teman saya yang sudah sejak 5 tahun lalu belum juga menuntaskan kuliahnya. Awal mendaftar SPMB dia diterima di D3 Teknisi Perpustakaan, namun dua tahun kemudian hasrat membawanya masuk di fakultas hukum…. Saya ngga tahu tahun depan dia mau masuk jurusan apalagi… Ketika tiap kali saya menyapanya dengan sebutan ‘bu pengacara’, dia menjawab , “Masih saja kau doakan aku untuk jadi pengacara…”. Kemudian saya berfikir lalu untuk apa dia mengambil jurusan hukum , kalau tidak ada keinginan kesana ? Lalu dia mengatakan bahwa kuliah tu ngga Cuma buat cari kerja, tapi buat cari ilmu… biar bisa mendidik anak-anak kita kelak jadi orang yang berilmu … kata-katanya telah membuka mata hati saya.

Saya ingat tentang teman kuliah saya yang meninggal empat tahun lalu. Dia orang yang sangat supel, pembawaannya ceria, dan tentu saja banyak yang suka padanya. Beberapa bulan sebelum wisuda dia menikah dengan pria tambatan hatinya. Namun Sang kuasa berkehendak lain. Suatu pagi yang mendung saya mendapat kabar bahwa dia mengalami kecelakaan hebat dan meninggal dunia seketika. Itu terjadi tepat seminggu jelang ujian skripsi. Banyak yang terpukul atas musibah itu. Saya masih ingat dia sering menceritakan rencana-rencananya, baju yang disiapkan untuk wisuda, salon untuk rias, taksi yang disiapkan untuk kedua orangtuanya, acara syukuran kelulusan, dsb. Rasanya seperti baru kemarin kami bercanda bersama dan menertawakan tentang diri masing-masing, dan tiba-tiba saja di sudah ngga ada.
Pelajaran hidup no. 7. Manusia berencana, Tuhan yang Berkehendak.

Beberapa hari ini kota tempat saya tinggal disibukkan oleh hiruk pikuk pilkada, pemilihan walikota. Seperti pilkada yang sudah-sudah, sampai hari ini pun yang namanya money politik rasanya ibarat karat di rantai sepeda saya yang susah buat diilangin. Dua hari jelang coblosan, rumah di datangi oleh orang dari salah satu calon pasangan. Ngga tanggung-tanggung Rp 100.000 dibagikan, “ Besok pas hari-H jangan lupa coblos ini ya…” begitu katanya pada ibu yang waktu itu ada di rumah. Lalu keesokan harinya rumah kembali didatangi seorang kader dari calon yang lain tentu saja. Sambil mengucap salam dia membagikan sebuah amplop yang isinya apa coba ?... brosur visi dan misi. Dalam hati saya tersenyum. Ternyata masih ada orang jujur di dunia ini Ya Allah ternyata selama ini penilaian saya tidak salah.. Meskipun pada akhirnya si calon yang membagikan brosur tadi Cuma menduduki juru kunci total perolehan suara, sedangkan si pembagi uang 100 ribu tadi memenangkan pilkada.
Pelajaran hidup no. 3, jujur bukan berarti hancur.
Trus kalo saya bertanya pada anda kira –kira anda bakal pilih calon pemimpin yang membagikan uang tadi atau yang Cuma membagikan brosur ? hehe

Sungguh banyak lagi hal lain di sekeliling kita, makna yang tersembunyi di dalam warna-warni kotak kayu mahoni kehidupan. Kalau saja kita mau bercermin. Kalau saja kita mau belajar.

1 komentar:

  1. ya, memang begitu banyak warna-warni kehidupan
    Itulah sebabnya.. kita diwajibkan untuk
    Ikhtiar
    Bersyukur
    dan Tawwakal
    ..

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.