Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

09/03/09

Mengurangi Kantong Plastik = Save the earth



Kawan, pernah terbayang ngga berapa ton sampah kantong plastik yang terkumpul di muka bumi ini tiap harinya ? setiap kali kita belanja, entah itu belanja sayur, garam, buku ampe sepatu, di mall atau di pasar loak, kantong plastik menjadi sarana buat mempermudah bawaan kita. Simple, ringan, ngga memakan tempat, usai pake langsung buang, praktis dan ekonomis. Tetapi sekedar mengingatkan, plastik sebagai ikon kepraktisan ini harus dibayar mahal dengan mengorbankan eksistensi lingkungan. Kantong plastik atau lebih familiar dengan sebutan “tas kresek” adalah sejenis polimer sintetik, yaitu jenis plastik yang sulit terurai. Menurut riset, bumi membutuhkan waktu sedikitnya 500 tahun untuk bisa mengurai plastik jenis ini.
Berdasarkan data dari S.F. Department of the Environment, Worldwatch Institute, setiap tahun ada 4-5 trilyun kantong plastik yang beredar, sementara untuk bikin 100juta kantong plastik yang non-degradable saja jumlah minyak bumi yang diperlukan adalah 430.000 gallon, kebayang kan borosnya.
Membakar sampahnya pun bukan solusi bijak. Karena jika dibakar dibawah 800 derajat celcius, justru akan menghasilkan senyawa dioksin yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan hidup.
Karena sifatnya yang sulit terurai, sampah plastik bisa menghambat proses penyerapan air oleh bumi. Ditambah dengan perilaku masyarakat kita yang masih suka membuang sampah (termasuk plastik) secara sembarangan hingga menutup saluran air, alhasil bencana banjir pun tak bisa dielakkan.
Karena ketidakramahan polimer yang satu ini, maka sejak tahun 2008, gabungan pengusaha Indonesia sudah memulai kampanye mengurangi penggunaan kantong plastik. Di beberapa belahan dunia lain bahkan penggunaan kantong plastik sudah digantikan dengan kantong belanja dari kain atau kertas (menurut saya kantong kertas pun sebenarnya juga ngga beda jauh, karena untuk memproduksi 1 ton kantong kertas dibutuhkan 13-14 pohon untuk ditebang). Negara tetangga Singapura sudah menerapkan denda 3 sen bagi warga yang tidak membawa tas sendiri saat berbelanja … amazing ya, bandingkan dengan orang Indonesia yang malah “gremeng” kalo belanja ngga dikasi tas plastik sama si empunya toko.
Sudah saatnya kita hidup berharmoni dengan alam. Kurangi penggunaan kantong plastik = sumbangan besar buat kelestarian ekosistem.
(source : gagasawards.blogspot.com)

1 komentar:

  1. boleh juga plastik untuk dikuranggi, tapi bisakah masyarakat menguranggi kebiasaan yang sudah mendarah daging oleh masyarakat. kantong plastik merupakan tempat yang paling sederhana untuk meringankan bebang orang berbelanja,walaupun dilihat dari efeknya banyak kerugianya juga,
    kenapa ngambil judul itu tidak sekalian ngasih solusi yang bisa mengganti kontong plastik.

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.