Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

07/05/09

Rendezvous

Ceritanya sore ini saya sempatkan untuk membawa tunggangan mengelilingi kota tercinta Madiun, sesuatu yang uda lama tidak saya lakukan. Ngga ke seluruh kota sih, cuma sebagian saja. Udara masih terasa hangat meski matahari sudah mulai condong ke barat, pertanda kemarau menjelang. Aspal jalanan juga masih menyimpan sisa-sisa panas yang terik sejak pagi hingga siang tadi. Tips : kalo lagi pengen jalan sore, jangan sampe ngga pake sandal atawa sepatu, bisa-bisa pulang dengan kaki melepuh minimal kapalan.

Saya arahkan motor butut kesayangan melewati tempat-tempat yang jadi sejarah hidup sewaktu muda (lagi ngerasa sok tua niy….). Bangunan sekolah di jalan kartini yang dari luar belum banyak berubah kelihatan dingin, anggun membisu, tapi menyimpan kenangan. Lagu Kisah klasik untuk masa depan-nya Sheila on 7 tiba-tiba terngiang -ngiang di kepala saya. Untung, saya bisa menahan diri untuk tidak berjoget ;-p. Di sebelah selatannya, gedung pengadilan negeri berdiri dengan wajah baru. Saya sampai pangling melihat bangunan yang dulu usang berpayung beringin itu kini terlihat cling. Lupa saya kapan terakhir kali lewat jalan ini.

Karangan bunga ucapan selamat untuk walikota baru juga masih terpajang di pintu masuk kantor Pemkot. Iya, sekedar info buat warga luar, Madiun baru saja mendapat pemimpin baru periode 2009-2014, dilantik di Gedung Graha tanggal 29 April di bawah pengamanan hampir 1000 personil keamanan. Banyak yang bilang, pengamanannya superketat, kayak suasana DOM (daerah operasi militer) di Aceh. Ada watercanon, sniper, untung ngga ada tenk tempur sekalian ya, Pak Kapolres…
(catatan : Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto menang dalam Pilkada kota Madiun 23 Oktober 2008 di bawah dugaan skandal money politik).


obral euy...


Pusat perbelanjaan berdiri menggoda di sepanjang jalur Pahlawan. Heran juga, di kota sekecil Madiun, dengan laju ekonomi yang biasa saja, dengan profil demografi penduduk usia produktif kebanyakan tak berpenghasilan, bisa saja berdiri 4 mall dalam kurun lima tahun terakhir. Mungkin Pemerintah Kota sadar benar kalo para warganya sangat tidak mudah menolak godaan obral tiap akhir bulan dan derasnya migrasi gaya hidup ala kota besar. Kemudian mata saya membaca tulisan besar-besar di bawah jembatan penyebrangan, tepat di depan salah satu mall “PUSAT REKREASI DAN BELANJA KELUARGA”. Qeqeqeqe, benar-benar provokatif …
(Sisi positifnya, beberapa tetangga saya diterima bekerja di pusat belanja yang baru berdiri di bekas lahan terminal lama. Utamakan anak lokal ya Pak manajer ?)


pusat belanja dan rekreasi keluarga weks...


Alun- alun belum banyak berubah, sepertinya sore ini sedang digelar liga sepakbola professional antara RT Baru Maju versus RT Mundur Kena. Rame juga yang nonton, dari penjual bakso sampai anak-anak, lumayan kan bisa nonton bola gratis dari tribun VVIP. Di sebelah timur, satu mall yang sudah eksis sejak saya belum lahir sekarang sudah beralih fungsi menjadi pusat jual-beli handphone, karena kalah saingan mungkin.

Sore jelang maghrib, populasi pedagang kaki lima di area stadion wilis semakin bertambah. Saya tidak ingat kapan tepatnya lokasi ini mulai menjadi pusat wisata kuliner malam hari. Yang pasti mulai dari penjual kacang rebus sampe es puter semua ada. Apalagi dengan migrasi pedagang PBM ke pasar penampungan di utara stadion. Bikin kehidupan malam di Madiun jadi tambah semarak, seperti pasar malam.

Konsentrasi PKL juga tersebar di sepanjang jalan Diponegoro dari timur ke arah barat. Roti bakar, ayam bakar, seafood bakar, sampe bakso bakar tersedia di tenda-tenda pinggir jalan. Tapi menu nasi kucing yang murah meriah sepertinya belum berhenti menjadi primadona.

Di sebelah barat, lapangan basket bosbow dengan background pohon beringin tua masih memamerkan sejarahnya. Hehe, dia saksi bisu betapa aduhainya shooting basket saya dulu, hemmm… ibarat pungguk merindukan keranjang basket. (saya punya usul gimana kalo keranjangnya dibuat agak rendah sedikit ? Ide yang bagus bukan ?... ).



the unforgotten bosbow


Mendekati maghrib, jalanan semakin ramai. Sebagian orang-orang bersepatu yang baru pulang kerja dan sebagian lain mungkin orang-orang yang ingin keluar melepas kepenatan hidup. Tapi saya harus pulang.



senja sore ini lagi bagus...

6 komentar:

  1. ckckckck......si embak muter-muter kota ni ye.....ckckkck

    BalasHapus
  2. yang gw tau dari Madiun hanya brem cam suling kalau ga salah, selama ini gw hanya lewat, paling kalau berhenti, hanya untuk makan

    BalasHapus
  3. hehe..slamat menikmati aura kota kami madiun ....

    BalasHapus
  4. membuat saya ingin bertanya...apakah merasa mencintai kota ini?

    BalasHapus
  5. membuat saya harus menjawab, "Ketika cinta dipertanyakan..." qeqeqe...
    ya cinta dung mbak... lha makanya disempet-sempetin muter2 keliling kota, bukankah kritik itu juga tanda cinta ? biar kota ini jadi much much better gitow...

    BalasHapus
  6. tenang ukh...
    aq mendukungmu...
    I love Madiun too...

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.