11/06/09

Terjebak Biro Jodoh Internasional


Membaca biografi Ennie Van Moorsel Arif membuka mata hati saya tentang dimensi lain yang ditawarkan oleh mimpi-mimpi anak manusia yang sebagian harus berakhir .... ah, bahkan saya tak sanggup membayangkannya.

Adalah biro jodoh internasional yang telah mengenalkan Ennie dengan seorang pria warga Belanda, Gez, begitulah namanya disebut. Saat itu tahun 1986, internet belum lagi singgah merangkul tanah air. Hubungan mereka berjalan via klub penpals (semacam klub korespondensi internasional). Lewat video, Ennie melihat sosok pria itu begitu simpatik, gagah, tinggi, kekar, atletis dan gentleman. Beberapa bulan mereka berkorespondensi, berkomunikasi via telepon, serta saling berkirim hadiah, hingga suatu ketika Gez melamar Ennie menjadi istrinya. Menikah dengan seorang pria Bule bisa jadi adalah mimpi bagi sebagian wanita, dan Ennie adalah satu diantaranya. Maka tanpa banyak pertimbangan, dengan modal menjual asset kekayaan hasil usaha yang telah dibangun bertahun-tahun, Ennie terbang ke Amsterdam membawa putra kecil semata wayangnya hasil pernikahan pertamanya yang telah gagal. Merajut mimpi demi melacak jejak surga kehidupan yang selama ini ia cari. Akan tetapi semuanya menguap tak bersisa hanya sedetik setelah Ennie mendapati sosok Gez yang nyatanya benar-benar jauh berbeda dari profil yang dikenal selama ini. Sosok gentleman itu ternyata adalah makhluk pemabuk paling kasar yang terjebak dalam tubuh manusia.

Tiba di Belanda Ennie dan putranya langsung dibawa ke sebuah apartemen, ditodong dengan pistol, putranya dikunci dalam toilet hingga kelaparan dan kedinginan, disekap selama berminggu-minggu, diberi makan sisa remah-remah roti, dihajar hingga babak belur, dipaksa melayani nafsu bejat si durjana dengan membabi buta –maaf- dengan alat-alat aneh scherp en vreemde voorwerpen. Di titik ini saya tidak sanggup lagi melanjutkan berbagai penyiksaan lain yang diterima Ennie dan putranya. Perut saya rasanya seperti diaduk – aduk membayangkan semua kebejatan Gez yang ternyata adalah seorang interniran militer, penipu, pemabuk dan psikopat kronis !! Mengapa profilnya di video yang direkomendasikan biro jodoh internasional itu awalnya tampak begitu simpatik, ganteng dan lembut ?

Walau pada akhirnya Tuhan menolong Ennie untuk bisa kabur dari Gez, trauma penyiksaan berminggu-minggu itu selamanya akan melekat dalam ingatan En dan putranya hingga dewasa.

Kita mungkin bisa belajar dari pengalaman hidup Ennie Van Moorsel Arif, adik kandung Pipiet Senja, salah satu penulis terbaik di tanah air. Kisahnya menjadi warning bagi sebagian dari kita yang selama ini telah dilenakan kemudahan transaksi dunia maya. Memang tidak salah kalau kita bisa menjalin komunikasi dengan banyak orang hingga ujung Tierra del Fuego. Bisa saja lewat myspace atau facebook kita menemukan jodoh yang selama ini dicari. Namun perkenalan lewat chatting, facebook, friendster, myspace, biro jodoh, atau apapun namanya jangan sampai membuat kita bermimpi di siang bolong lalu hilang kewarasan untuk berpikir logis. Sebab bagaimana pun juga, kita harus tetap terjaga dan berpijak pada realita.



13 komentar:

  1. artikel yg menarik dan mengingatkan agar kita berhati2 terhadap orang yg kita kenal di dunia maya, terutama buat kaum wanita.

    lam kenal juga ya.

    BalasHapus
  2. bener bgt mb, 1x ak kenal ma cwo di dunia maya smpe kopi darat skrg kapok deh, serem

    BalasHapus
  3. dunia maya tuh penuh kepalsuan, jd hrs brhati2. n terkadang bertolak belakng sm kenyataAn,bnr ndak??

    BalasHapus
  4. bener mbak :D yang nyata-nyata lebih sedap dan yahud. hahahah

    BalasHapus
  5. lam kenal....
    untungnya ku dah beristri...
    tapi masalahnya...
    gimana cara agar gak selalu terjebak dalam kamar terus ....?
    heheheheh...

    BalasHapus
  6. Ya setuju jangan terjebak, bukan hanya Biro jodoh international, pada apapun, kalau bisa. Membaca artikel ini membuat saya jadi ngebet sekali pengen cari buku Pipiet senja "Tuhan Jangan Tinggalkan Aku". Memoar Ennie, adik kandung penulis Pipiet Senja sudah pernah saya baca di blog seorang teman (mbak Reni), memang sangat menyentuh (sayang sampe sekarang saya belum sempat mencarinya). Nice posting mbak Rosi. Salam kenal juga.

    BalasHapus
  7. mb rosi, cari bukunya Pi2et Senja yg ini dimana yah?? dJogja susah carinya, kebanyakan bilang "ga ada", ini terbitan lama ato baru yah mb?? mb rosi slm kenal dr Lusi, seneng pny temen baru =)

    BalasHapus
  8. Semoga Artikel tersebut menjadi pelajaran yang bermanfaat bagi kaum wanita... Amien...

    BalasHapus
  9. Eh mbak Rosi juga menulis tentang buku ini...
    Bener mbak.., aku juga gak sampai hati membacanya.
    Bener2 perjalanan hidup yg berat ya...

    Jika ingin tahu bagaimana ku mengupas buku ini, silahkan buka ini deh : http://renijudhanto.blogspot.com/2009/06/kekuatan-doa-dan-cinta.html

    BalasHapus
  10. waduhhhhh judulnya aja gmn gitu.. hehe

    BalasHapus
  11. Menurutku,siEnnie kurang teliti dalam menilai si pria(sebagian wanita memang bodoh,bule dijadikan suatu simbol pria idaman/Satu hal yang perlu kalian ingat``rata-rata,orang barat dari sononya memang sudah berprilaku bertolak belakang dengan orang timur seperti kita``).
    Seharusnya si Ennie,melakukan penjajakan dalam kurun waktu yang lama dahulu di webcam/pelajari tempat si pria tinggal melalui kamera webcam,dari situ sebenarnya bisa dipelajari watak seseorang,lawan bicara kita

    BalasHapus
  12. Wah bagus sekali artikel nya mbak ..salam kenal ya///

    BalasHapus

Setiap manusia memiliki pandangan yang berbeda, dan saya sangat menghormati perbedaan itu. Jadi jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.