Channel Youtube Rosi Atmaja : Pembahasan soal Identitas Trigonometri

Channel Youtube Rosi Atmaja : Seri Parenting membuat kalung sendiri dari manik-manik

16/02/09

Fenomena Ponari dan Batu Bertuah

Ponari dan Batu bertuah, mengingatkan saya pada buku Harry Potter jilid 1 "Harry Potter and The Sorcerers Stone" hehe... melihat ramainya pemberitaan di media soal Ponari dan batu ajaibnya, benar-benar menggelitik logika saya. Simpul-simpul neuron otak saya seperti kena kejut, terheran-heran, lantas terbengong-bengong. bukan karena kehebatan sang batu yang dibilang orang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, tetapi shock menelan pil realita bahwa masyarakat kita masih tunduk pada hal-hal yang menyerempetkan iman pada jurang kesesatan nomor 1 yaitu kesyirikan.
memang masalahnya lebih kompleks dari itu, lemahnya kualitas pelayanan kesehatan bagi rakyat kecil, biaya obat dan dokter yang makin mahal, terbatasnya tenaga medis di pelosok diindikasi menjadi beberapa penyebab mengapa puluhan ribu orang rela mengantre demi mendapat "berkah kesembuhan" batu Ponari.
secara ilmiah jelas belum ada postulat yang membenarkan kesahihan sang batu. tetapi ketika sakit telah bersarang pada diri, berbagai obat telah diminum, puluhan dokter telah di datangi, tetapi penyakit ngga kunjung sembuh, maka kekerdilan imanlah yang pada akhirnya mengantarkan kita pada hal-hal unlogic semacam ini.padahal jelas bahwa sakit adalah ujian, ujian untuk mendekatkan kita pada Sang Pemilik Jiwa kita. Ketika mampu dihadapi dengan sabar, maka imbalannya adalah gugurnya dosa-dosa. maka apakah pantas jika manusia yang kerdil dan lemah menyandarkan hidupnya hanya pada sebutir batu ? Andrea Hirata menyebutnya : Obsesif Kompulsif terhadap batu Ponari. Menggelikan sekaligus mengenaskan.

2 komentar:

  1. Wah, haruse kalo PDAM Jombang kreatif no mesti dapat penghasilan banyak n ponari juga ga kecapean, caranya batunya dimasukan ke drum PDAM yang buesar itu trus baru airnya dibagikan..

    Sip ga, sip ga..Sip ga ideku, halah..

    BalasHapus
  2. lebih bagus lagi, kalo batunya dicemplungin ke laut aje , airnya kan ngga mungkin habis tu

    BalasHapus

Jangan sungkan tinggalkan komentar anda disini agar kita dapat saling berbagi pandangan dan pengetahuan. Salam kenal, dan terimakasih telah berkunjung.