
Menjadi produser sebuah acara radio memang bukan hal yang mudah. Apalagi ketika qt tinggal di sebuah kota kecil, dimana idealisme seringkali berbenturan keterbatasan cara pandang orang dalam menilai dunia. Ketika setiap hari harus bergesekan dengan orang-orang dengan isi kepala yang berbeda, ibarat isi es aneka buah kegemaranku yang slalu jadi santapan kegemaran saat buka puasa .... ih, koq jadi ngelantur sampe situ ya ( hehehe...!!!).
Namun yang pasti kalo es aneka buah bisa menentramkan perut, maka jus aneka pendapat yang jadi santapan rohani setiap pagi di tempatku bekerja benar-benar bisa memancing sensasi emosi yang luar biasa....
Pokoknya harus banyak2 istighfar n bersabar... apalagi ini dunia yang benar2 baru buat seorang aq. Tahunan bekerja dengan orang2 yang sekarakter, terkoneksi dengan orang-orang dengan spektrum warna yang monokrom (hingga kadang bikin bosan...). Kini ketika diri ini dihadapkan pada sebuah realitas harus beradaptasi dengan oran-orang baru dengan karakter dari sabang sampe merauke, dengan isi kepala seperti isi es buah kesukaanku... hehehe, rasanya seperti seorang gadis kecil yang baru beranjak mengenal dunia... sabar , sabar, dan sabar !!!
sekali lagi bukannya tanpa alasan aku menerima tawaran ini. sudah terlalu lama aq menunggu untuk sebuah kesempatan bekerja di media. And that was my chance. aq sadar jadi produser bukan lah hal yang mudah, tapi seorang pemenang adalah mereka yang berkata; " INI MEMANG TIDAK MUDAH, TAPI SAYA BISA MENCOBA" Dan bagi mereka para pecundang, mereka akan berkata; "INI BISA TETAPI SULIT". Maka tibalah aq disini, terdampar di sebuah negeri dimana idealismeq tertantang untuk bisa terpuaskan....
Sekali lagi aq bilang ini tidaklah mudah. Apalagi ketika sebagian masyarakat di sekitar belum bisa menghargai dan memaknai harga sebuah idealisme.
Maka, kalo aq boleh mengingat masa awal ketika Kabag Siarku menawariku tugas ini. Tidak ada pilihan lain. There's just one choice , Take it or Leave it. And I... with all of the risks... I prefer to Take this Opportunity.