Filosofi Fibonacci



Adalah mustahil bila hidup dianalogikan seperti deret geometri yang memiliki rasio keteraturan tetap. 2, 4, 8, 16, kemudian 32 , dst. Artinya setiap apa yang akan terjadi kelak bisa dikalkulasi secara sempurna tanpa meleset sedikitpun. Sungguh tidak mungkin, kecuali hanya dalam bingkai imajinasi kita yang tak terbatas. 



Saya bisa saja membangun imajinasi tentang hidup saya yang sempurna, dengan mengkalibrasi ikhtiar secara maksimal. Tapi menurut garis kalam-Nya, kita dihadapkan pada kenyataan yang berbanding terbalik dengan harapan. Melenceng jauh dari prediksi awal. Maka di situlah eksistensi ketawakalan diperlukan.

Bagi saya pribadi, hidup lebih identik dengan rangkaian angka Fibonacci. Misterius dan tak terprediksi hingga di saat-saat akhir. 2, 4, 6, 10, 16, 26, dst. Deret Fibonacci sebenarnya memang mempunyai formula yang bisa dicari, sehingga membentuk sebuah keteraturan. Misterius disini maksud saya, bahwa dalam perjalanannya, ternyata para ilmuwan dapat menemukan keteraturan2 lain dalam semesta yang sejalan dengan formula Fibonacci

Kerennya lagi, deret yang dikembangkan oleh Pak Fibonacci ini kemudian menjadi dasar sebuah pola perhitungan modern chaos theory. Chaos Theory sendiri adalah sebuah cabang ilmu matematika dan juga fisika yang membahas sebuah pola pergerakan yang acak namun beraturan. Acak karena tidak pernah menempati titik koordinat yang sama setiap kali bergerak. Beraturan karena selalu pada arah yang sama. Contohnya adalah pergerakan sayap pada kupu-kupu. Meskipun tidak beraturan, pergerakan sayap kupu-kupu selalu sama dari waktu ke waktu yaitu naik dan turun meskipun tidak pernah menempati titik yang sama setiap kali bergerak. (Running Pig - Fibonacci Retracement).

Jika kita membagi Un dengan Un-1, maka akan diperoleh rasio emas (golden ratio) yang ternyata memiliki keseimbangan sama dengan sejumlah fenomena di alam semesta. Golden ratio bisa kita jumpai sebagai pendekatan paling ideal dengan perbandingan ukuran bagian tubuh manusia rata-rata. Inilah yang banyak dijadikan dasar acuan para seniman dalam menciptakan karya arsitektur mereka. Cangkang-cangkang kebanyakan moluska yang tumbuh mengikuti bentuk spiral logaritmik , susunan spiral pada bunga matahari dan buah pinus, hingga lukisan Monalisa karya Da Vinci, kesemuanya mempunyai pola kesesuaian dengan golden ratio. (Harun Yahya, "Keindahan yang diciptakan di alam : Rasio Emas").

Bukan mustahil ke depannya masih banyak rahasia-rahasia semesta yang bakal terungkap dengan angka-angka Fibonacci ....
Dalam kerangka nafas manusia, setiap jengkal episode yang dilalui seringkali adalah konsekuensi dari pilihan sebelumnya. Dan sangat mungkin bahwa apa yang kita terima jauh berbeda dengan milik orang lain, karena kapasitas ikhtiar dan garis hidup berlainan. begitulah misteriusnya hidup. 

Saya sadar sepenuhnya jalan titian itu panjang dan berliku, sarat keluputan dan kekhilafan. Seperti yang pernah ditulis Om Andrea Hirata, Hidup dan nasib bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis. Namun tiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna.

Maka sebagai manusia biasa, di ujung Ramadhan yang biru ini, izinkan saya memohon maaf kepada kawan semuanya. Atas kealpaan diri, atas tulisan-tulisan yang tak berkenan di hati. Mudah-mudahan kepergian Ramadhan meninggalkan jejak ketawakalan mendaki belantara kehidupan.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Maaf lahir batin.



Sajak Savana Hijau





Dunia savanaku mengering,
Mungkin haus akan tarian hujan

Sementara kelopak-kelopak awan terbalut siluet senja yang menghitam,
Samar di penghujung malam

Adalah kisah kita dalam kereta kehidupan,
Melewati setapak, menjejak langit dengan angkuhnya
Kemudian kembali menemukan asal
Bersama bumi, bersama pepohonan,
Bersama air yang mengalir, dalam guliran sungai yang damai
Menggoreskan episode hidup
Tentang kuncup-kuncup mimpi yang mekar,
Sebagian lagi berguguran

Peri-peri kecil terus bernyanyi,
Melagukan cerita tentang dunia,
Tentang anak manusia
Tentang sesuatu yang kausebut itu “CINTA”

Aku tidak mengerti tentang dirimu,
Seperti aku tidak mengerti isi sajak pelangi selepas hujan
Walau terkadang kutemukan kita dalam bingkai spektrum warna yang sama
Selebihnya berbeda

Ah, aq terlalu dungu untuk memahami apa yang tertulis dalam kalam-Nya
Kerendahan wujudku sebagai insan
Tak kan mampu menjangkau Ke-Maha Besaran Ilmu-Nya
Yang gunung-gunung pun bergetar apabila ditasbihkan namaNya

Maka disinilah aku,
Terbenam keangkuhan dalam kerdilnya diri
Tertunduk dalam terang dan redupnya cahaya jiwa
Kadang ingat,
Kadang jua alpa

Salam Hormatku



Sebagai bentuk penghormatan terhadap para sahabat blogger yang luar biasa, izinkan saya untuk memajang award dari mereka.


Here it is, award cantik dari sahabat blogger dengan label “Hottest Female Blogger Award”, am I ?





Ngga nyangka, but anyway trimakasih buat Mbak Reni, Mbak Elly and Mbak Rachel (yang telah menghadiahkan award yang sama buat si blogger kacangan ini. Maaf juga kalo ngga bisa up date and berkunjung secara teratur. Maklum maksud hati pingin pasang spidi sendiri, tapi apa daya tingkat finansial belum nyampe hihi. Yah, jadilah warnet depan rumah menjadi saksi bisu aktivitas ngeblog selama ini ;-p. But we have to keep spirit, right ? (Yuuu huuu….)

Dan ini dia aturan mainnya :

1. Banner award tidak boleh diubah baik tulisan, warna dan signaturenya, kalo di-resize gambar boleh.

2. Tuliskan siapa yang ngasi award dan url nya trus url nya harus di-hyperlink ke bannernya yaa… supaya yang ngasih dapet backlink dari website kamu. Award cantik ini sekali lagi saya dapatkan dari THE OTHERS (30 September 2009), NEWSOUL (4 September 2009), dan PERNIK PEREMPUAN (September, tanggalnya ngga ada hehe).

3. Pilih 10 orang female blogger yang kamu kenal dan belum nerima award ini, dan sebutkan alasan kenapa kamu pikir dia layak dapetin award ini. 
Ya ampun, setelah berkeliling ternyata para bloggerwati yang saya tahu sudah pada memajang award ini. Yah, that's because they deserve to have it. Hiks…Lha trus saya musti gimana nih ?? ? hehe ...

4. Peer selanjutnya adalah :
  • Buka search engine Google
  • Tulis nama kamu dilanjutkan dengan kata ‘needs’, misalnya : Rosi needs
  • Klik “search”
  • Tulis deh 10 hasil pertama yang muncul di halaman itu. (kalo namanya gak keluar, coba ditulis dengan tanda petik “_” misalnya “Rosi needs” baru disearch).

Mari intip hasilnya :

  1. Rosi needs A loving home pet for sale (hehe emang sih I love cats very much )
  2. Rosi needs to find her own authentic voice …(walah lha selama ini berarti suara saya masih belum original gitu maksudnya ? *bingung mode on*)
  3. ROSI needs some skill and experience (Yup, absolutely correct )
  4. Rosi needs help (So, is there anyone want to save me ???)
  5. Rosi needs another sub shop (Buat belanja lebaran kali ya …)
  6. ROSI needs to be amended if there is ever to be any change allowed on the municipal property ( Wah ternyata Rosi adalah nama undang-undang yang bisa diamandemen juga, ckckckckck…)
  7. ROSI needs to be evaluated further (Betul, biar ngga salah melulu )
  8. Rosi needs to concentrate ( wah wah pasti saya ketauan pas lagi bengong di kelas, mikirin buka puasa sih hehe)
  9. ROSI NEEDS TO DIE A HORRIBLE TECHNOLOGICAL DEATH (Hmmmm, sereem )
  10. ROSI needs to be tested over a wide range of operating conditions (Yang ini kayaknya merk produk solar hihihihi )
Yah, award sudah dipasang. Mudah- mudahan ini jadi penanda silaturrahim dengan para sahabat di kawah maya. Salam Hormat dari saya. 

Satu lagi Frame Kehidupan

Setengah terkantuk saya membaca pesan singkat itu, “ Mbak nanti masuk enggak?”. Empat patah kata diakhiri tanda tanya. Simple, tapi kemudian membuyarkan gelembung imajinasi yang telah saya rangkai dengan sempurna untuk mengakhiri hari ini dengan indah.

Yah, setelah seharian penuh bergulat dengan nasib, beradu dengan radiasi matahari, pada akhirnya melepuh bersama hari di jelang senja yang ranum. Seperempat jam lagi bedug maghrib. Buka puasa, delapan rakaat tarawih, lalu segera bersua dengan kasur untuk merebahkan rangka tubuh ini. Hmm, sebuah rencana yang sempurna bukan buatan.

Saya bahkan sudah berpikir untuk membatalkan jadwal mengajar  di Rumah Singgah ba'da tarawih. Ego saya terus berbisik, toh tak mengapa kalo Cuma absen sekali.  Lagipula minggu depan kan masih ada waktu. Anak-anak itu pasti bisa mengerti.  Dan kasur di atas tempat tidur reyot itu rasanya bagai singgasana yang kian kuat memancarkan medan magnet di sekitar saya. 

Lalu sms kedua datang , " Mbak Ros, nanti malam masuk kan? ". Akhiran -kan di belakang pesan itu tidak hanya menegaskan pertanyaan pertama,  tetapi sekaligus harapan bahwa orang yang ditanya akan menjawab "iya". Tapi siapa yang bakal tega mengatakan tidak untuk wajah-wajah itu ? Anak-anak yang kala pagi harus bekerja entah sebagai PRT, loper koran, bahkan security, lalu malam harinya masih menyisakan semangat demi mendapat gelar paket C setara SMA. Anak-anak usia 20-an yang secara kurikulum harus mendapatkan Teorema fundamental integral meskipun sampai saat ini saya masih belum tahu bagaimana mengajarkannya untuk membuat mereka tidak "nggumun". Di saat siswa SMA lain bisa duduk nyaman di pagi hari dengan buku-buku berkualitas berstandar Chambridge, mereka harus puas hanya dengan mencatat dari papan tulis. 

Yah, sebuah kelas malam yang lebih sering molor hingga setengah jam demi menggenapkan muridnya menjadi 2 orang. Bahkan tak jarang si pengajar harus rela menjemput siswanya agar mau datang untuk belajar.  Satu lagi frame realita kehidupan. Hukum sebab akibat yang sangat populer,  "kemiskinan dan sulitnya akses pendidikan". Tapi melihat semangat di mata anak-anak itu, menemukan pijar antusias ketika mereka baru tahu bahwa aktivitas belanja di pasar bisa dimanipulasi menjadi model persamaan linear. Saya rasa tak ada seorangpun yang akan  sanggup mengatakan tidak.