Mencari Jalan Buat Jiwa

Beberapa waktu tidak mengunjungi blog ini. Kangen sekali rasanya. Blog yang dilahirkan untuk pertama kalinya dengan semangat dan idealisme. Tentang keresahan hati, keterbatasan diri untuk berbuat sesuatu, tentang isi kepala yang tidak tersampaikan karena belum tentu setiap orang bersedia mendengar. Tentang pemikiran yang mungkin bersebrangan dan melawan arus.

Tentang kejujuran menjadi diri sendiri karena pada kenyataannya tidak semua orang mampu mengungkapkan jati diri. Lagipula postulat hidup telah memperlihatkan bahwa manusia kebanyakan hanya dinilai dari penampilan luarnya. "The Way I am", menjadi diri sendiri apa adanya, begitulah kira-kira alasannya. Meskipun dibuat dengan tertatih-tatih karena si pembuatnya adalah seorang yang gaptek yang minus ilmu tentang cyber space.

Belakangan, ketika berbagai masalah mendera jalan hidup, datang bergantian mengakrabi nasib. Kran semangat menulis itupun seakan ikut macet. Tenaga dan pikiran tersedot, lalu hanya menyisakan eksistensi malas dan murung yang hampir menyentuh stadium lanjut.

Namun, manusia mana yang hidup tanpa masalah ? Di atas Langit masih ada langit. Mengapa pemikiran saya jadi begitu sempit ? Bukankah segala masalah adalah intisari kehidupan yang membedakan seseorang dengan zombie? Tuhan, ternyata jiwa ini masih begitu kerdil.

Perkataan seorang teman di tempo hari seakan menjadi energi listrik yang meletup menyalakan kran semangat ini.
"Ketika engkau menghadapi masalah, bicaralah. Biarkan seseorang meringankan bebanmu, atau paling tidak bicaralah pada secarik kertas. Dengan menulis engkau akan mampu melihat lebih jauh dalam perspektif yang berbeda".

Dengan menulis, semua masalah akan terlihat lebih nyata dalam urutan yang logis dan sistematis ibarat matriks-matriks yang siap dimanipulasi dalam hitungan. Menulis, hhmmm.. sebuah ritual yang beberapa waktu ini terabaikan karena kesibukan yang semu. Mudah-mudahan jiwa ini bisa mencari jalannya untuk segera kembali.