Requiem Subuh
Langit menyisakan pekat pada sebuah ujung subuh,
Daun-daun sujud,
Gunung-gunung takluk,
Angin membisikkan ketundukan
Sementara bagi jiwa-jiwa pesakitan
Kotak hidup hanya menyisakan pagi yang meradang
Menapaki gulita asa dalam distorsi cahaya
Kemudian jatuh terkulai
Seperti kuncup yang gugur sebelum mekar
Menetes bersama gutasi mimpi
Kelam, mengendap, dan berjelaga
Lebur dalam musim yang menua
Rembulan pucat pasi dalam diameter yang sempurna
Tak rela beranjak,
Seperti kabut yang enggan menggulung petang
Bahkan matahari yang kunanti pun tak sudi mengulum senyum
Sang hidup terus merotasikan waktu,
Menyisakan masa bagi nafas-nafas yang hendak memeluk hari,
mencangkuli bumi
Akankah pagi berkereta bersama mereka ?
Ataukah lelap tertimbun bersama Terracotta ?