
Dunia savanaku mengering,
Mungkin haus akan tarian hujan
Sementara kelopak-kelopak awan terbalut siluet senja yang menghitam,
Samar di penghujung malam
Adalah kisah kita dalam kereta kehidupan,
Melewati setapak, menjejak langit dengan angkuhnya
Kemudian kembali menemukan asal
Bersama bumi, bersama pepohonan,
Bersama air yang mengalir, dalam guliran sungai yang damai
Menggoreskan episode hidup
Tentang kuncup-kuncup mimpi yang mekar,
Sebagian lagi berguguran
Peri-peri kecil terus bernyanyi,
Melagukan cerita tentang dunia,
Tentang anak manusia
Tentang sesuatu yang kausebut itu “CINTA”
Aku tidak mengerti tentang dirimu,
Seperti aku tidak mengerti isi sajak pelangi selepas hujan
Walau terkadang kutemukan kita dalam bingkai spektrum warna yang sama
Selebihnya berbeda
Ah, aq terlalu dungu untuk memahami apa yang tertulis dalam kalam-Nya
Kerendahan wujudku sebagai insan
Tak kan mampu menjangkau Ke-Maha Besaran Ilmu-Nya
Yang gunung-gunung pun bergetar apabila ditasbihkan namaNya
Maka disinilah aku,
Terbenam keangkuhan dalam kerdilnya diri
Tertunduk dalam terang dan redupnya cahaya jiwa
Kadang ingat,
Kadang jua alpa
Mungkin haus akan tarian hujan
Sementara kelopak-kelopak awan terbalut siluet senja yang menghitam,
Samar di penghujung malam
Adalah kisah kita dalam kereta kehidupan,
Melewati setapak, menjejak langit dengan angkuhnya
Kemudian kembali menemukan asal
Bersama bumi, bersama pepohonan,
Bersama air yang mengalir, dalam guliran sungai yang damai
Menggoreskan episode hidup
Tentang kuncup-kuncup mimpi yang mekar,
Sebagian lagi berguguran
Peri-peri kecil terus bernyanyi,
Melagukan cerita tentang dunia,
Tentang anak manusia
Tentang sesuatu yang kausebut itu “CINTA”
Aku tidak mengerti tentang dirimu,
Seperti aku tidak mengerti isi sajak pelangi selepas hujan
Walau terkadang kutemukan kita dalam bingkai spektrum warna yang sama
Selebihnya berbeda
Ah, aq terlalu dungu untuk memahami apa yang tertulis dalam kalam-Nya
Kerendahan wujudku sebagai insan
Tak kan mampu menjangkau Ke-Maha Besaran Ilmu-Nya
Yang gunung-gunung pun bergetar apabila ditasbihkan namaNya
Maka disinilah aku,
Terbenam keangkuhan dalam kerdilnya diri
Tertunduk dalam terang dan redupnya cahaya jiwa
Kadang ingat,
Kadang jua alpa