Embun masih mendekap bumi manakala jarum hari membuka pagi
Gelap pekat, tapi aku terus berlari
Beradu dengan bayang-bayangku sendiri
H2O yang mengembun mencekat tenggorokan, tapi aku tak peduli
Napasku tersengal, tulang kakiku meronta manja
Tapi aku tak sudi berhenti, ragaku terus berlari
Petak-petak rumah berjajar berselimut lampu pijar
Seperti kunang-kunang yang diam tenang
Dalam imajiku hukum gravitasi berhenti
Gaya tarik bumi kehilangan supremasi
Tubuhku tiba-tiba saja terasa ringan tak bermassa
Aku melayang
Sweater lusuhku menjelma menjadi sayap Tinker Bell
Melaju menyusuri ruang-ruang hampa dalam negeri Fairytopia
Tanpa beban, tanpa duka mendera
Mencandai angin, menggoda rerumputan
Paru-paruku disesaki O2, tak direcoki karbondioksida
Nyaman, lega tak terkatakan, aku dilena orkestra alam Maha Sempurna
Tiba-tiba... Gawat... aku kehilangan keseimbangan
Bumi dan langit berkonspirasi menjeratku kembali dengan gravitasi
Aku tersedot dalam intensitas tekanan tinggi menukik tajam...
Braaakkkkkk…..
Aku terjatuh
Sakit