Negeri Van Oranje


Pernah ngga sih membayangkan ada manusia yang rela meninggalkan karir bagus dan kemapanan, demi menerima tantangan : meraih gelar Master di luar negeri “hanya” bermodalkan uang beasiswa ?
Mungkin kita bakal berpikir “Gila banget nih orang…!” Sebab kalo saya balik, faktanya kebanyakan dari kita (it means ngga semuanya loh) justru pengin menyandang gelar MSc, M.BA, LLM, PH.d, atau apapun itu demi mendapat posisi bagus di tempat kerja. Lah yang ini koq…
Tapi itulah yang terjadi pada sosok Banjar, salah satu tokoh dari Buku Negeri Van Oranje yang mungkin sudah pernah dibaca kawan blogger. Dari judulnya, kita langsung bisa menebak setting cerita berlokasi di negeri Kincir Angin Belanda.
Ditulis secara keroyokan oleh empat mahasiswa senior Indonesia yang telah makan asam garam studi di Belanda. Ceritanya ringan tapi sangat informative, bahkan ada tips-tips keren ala mahasiswa untuk mendapatkan kontrakan yang mudah dan murah. Trik tentang bagaimana mendapatkan side jobs untuk menutupi biaya hidup, info seputar sulitnya birokrasi ngurus ijin kerja, trik dapetin sepeda murah (sepeda adalah alat transportasi utama mahasiswa di sana), sampai tips supaya tesis khatam dengan predikat honorable mention!! Semuanya dikemas dalam cerita yang mengalir renyah, gurih, dan …. Delicious ( ngebayangin es krim pistachio ekstra saus caramel yang dipaparkan dengan sangat detil….tega bener… ini kriminalisasi terhadap air liur namanya !!!)



Lima tokoh utama: Banjar, Lintang, Wicak, Daus, dan Geri dengan spesifikasi karakter yang beda-beda karena memang kelimanya beda “alam’.
Alur pertemuan awal kelima sahabat tersebut memang sih terkesan dipaksakan. Apalagi roman cinta segi-lima yang melibatkan tokoh-tokohnya secara gravitasional. India bangetts !!!
Tapi deskripsi imaginatif tentang situasi kota-kota di negeri Van Oranje yang old and charming paling tidak sudah cukup menutupi kekurangan di alur cerita. Leiden yang dipenuhi bangunan tua bersejarah dan kapal-kapal antic yang melintasi Kanal Oude Rhine, atau kanal-kanal di Amsterdam yang tenang menyimpan romansa, juga taman bunga Keukenhoff yang bersemi di bulan Maret.
Informasi yang diselipkan dalam cerita pas banget untuk kawan-kawan yang berencana melanjutkan studi ke Belanda. Atau kalaupun ada yang punya planning berpetualang ala naked traveler, kayaknya buku ini oke buat jadi panduan. Sementara itu, saya pengin berkhayal dulu ciblon di Sungai Rhine yang eksotis … !!!