Kuseka mendung di langit timur
Berharap mentari mengeja sapanya
Nihil.
Seperti nisan yang membatu kubaca wajahmu
Tegap tak bergeming
Hingga nada-nada angin yang tersebar ke ufuk semesta
Menggema sia-sia
Duka purnama kali ini menggunung
Tersenyum pucat dibalik satire hujan
Kolase-kolase cinta itu seperti tertutup debu zaman
Terlupakan bersama bongkahan gletser yang mencair
dari puncak Karakoram keangkuhan
Melukis warna perih dalam setia yang kuseduhkan
Ibarat menangkap pelangi
Begitulah dimensimu
Dekat hakikat
Tapi tanpa kata
Kosong makna